Prihatin Dampak Pandemi, Bapenda Pantau Okupansi Hotel di Badung

Iklan Home Page

Kuta Utara,baliwakenews.com

Untuk terus meningkatkan pendapatan daerah di tengah Pandemi Covid-19, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung,  Rabu (2/5) kembali melakukan pemanatauan potensi pajak daerah. Sejumlah akomodasi wisata di Kabupaten Badung kembali didatangi untuk memberikan dukungan para pengusaha serta sosialisasi agar mereka bisa tetap membayar pajak ke pemerintah.    

Kepala Bapenda Badung, I Made Sutama mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan bersama beberapa staf ke beberapa wajib pajak untuk melihat langsung okupansi beberapa hotel seperti Hotel Alila Seminyak , ternyata kondisi sejumlah hotel masih belum pulih. “Akupansi hotel masih di bawah 30 persen. Di Hotel W Retreat juga kondisinya hampir sama. Bahkan untuk di Hotel Ayana baru memulai persiapan buka,”ujarnya didampingi Kabid Data dan TI, Ketut Sudiarta dan Kabid Penagihan, Kusumayadi.

Baca Juga:  Optimalisasi Pajak Daerah, Bapenda Badung Vidcon dengan KPK

Owner Hotel Alila, Made Bayu Adi Sastra didampingi Direktur I Wayan Surana menjelaskan jumlah kamar hotel tersebut sebanyak  240 dengan okupansi sebesar 13 persen. “Tamu yang menginap saat ini, kebanyakan dari tamu domestik  dengan harga rata-rata kamar sebesar Rp 2,4 juta sampai dengan Rp 2,5 juta,”ujarnya.

Baca Juga:  Peluncuran Di Kuta Utara,530 UMKM Daftar di Aplikasi Bago

Lebih lanjut ia menjelaskan , terkait  penerapan protokol kesehatan (Prokes)di hotel tersebut sudah dilaksanakan dengan ketat. “Dimana di setiap tempat sudah disediakan perlengkapan prokes seperti hand sanitizer, masker dan pengecekan suhu tubuh. Untuk karyawan tidak ada yang dirumahkan dan bekerja 16 hari kerja. Kami berterima kasih juga atas perhatian pemerintah dengan kunjungan Bapenda untuk melihat langsung kondisi hotel yang masih terpuruk di tengah pandemi Covid-19 ini. Kita berharap musibah ini cepat berlalu dan pariwisata di Bali segera di buka sehingga perekonomian di Bali serta Pariwisata di badung bisa bangkit lagi,”terangnya

Baca Juga:  Bantu Perajin Gianyar Semakin Berkembang , Unwar Lakukan PKM di Usaha Kerajinan Uma Sari Desa Sidan

Selanjutnya  kunjungan di Hotel W Retreat diterima General Manager  Hotel, Titus Rosier. Ia menyampaikan,  tingkat okupansi hotel saat ini rata-rata 15 sampai  20 persen dengan harga kamar Rp 2.100.000 . “Kami juga telah melaksanakan prokes secara ketat, sehingga kami bisa melayani tamu dan saat ini kebanyakan masih tamu domestik yang kami layani,”terangnya.BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR