Polisi Cilik Beraksi di SDN 4 Benoa, Ini Dia Tugasnya

Iklan Home Page

Benoa, baliwakenews.com

Puluhan polisi dan perawat cilik beraksi di SDN 4 Benoa saat pertama dinerlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh 100 persen. Mereka sibuk mengarahkan para siswa yang baru masuk sekolah agar mentaati aturan yang ada terutama terkait protokol kesehatan. Para polisi dan perawat cilik ini merupakan siswa setempat yang khusus diberi tugas melayani rekan-rekan mereka agar taat Prokes dan ketentuan sekolah lainnya.

Meski mereka masih kecil-kecil namun sebelum bertugas mereka mendapat pembekalan dari Polsek Kutsel dan Puskesmas Kutsel. Hal itu diungkapkan Kepala SDN 4 Benoa, Made Nuratih, Senin (4/4). Nuratih memaparkan sejauh ini pelaksanaan PTM berjalan aman dan lancar. Anak-anak yang diantar oleh orang tuanya masuk sekolah dengan tertib. Selain itu protokol kesehatan (Prokes) juga sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Seperti wajib memakai masker dan mencuci tangan.

Baca Juga:  Pemkab Badung Konsultasikan Program SIDI KUMBARA Ke Kemenko Perekonomian 

Pihaknya khusus menyiapkan polisi cilik dan perawat cilik untuk berjaga di alur yang harus dilalui sebelum para siswa masuk ke kelas mereka. Para polisi dan perawat cilik yang berjumlah 30 orang ini bertugas memantau sejak siswa tiba di sekolah. Seperti untuk parkir kendaraan dan mengarahkan para siswa. Sedangkan perawat cilik dipersiapkan untuk membantu jika ada siswa yang memiliki gejala sakit. “Untuk polisi cilik ini telah mendapat pelatihan dari Polsek Kutsel. Sedangkan untuk perawat cilik dilatih oleh petugas dari Puskesmas,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Karya Pemunggalan Pelawatan, Suyasa Puji Krama Konsisten Laksanakan Swadarma

Didampingi Guru Pembina Polisi Cilik Putu wahyu Juniarta serta Ni Luh PT. Sri Rahayu Kusuma Dewi selaku pembina perawat cilik Nuratih juga memaparkan, para petugas cilik ini diambil dari siswa kelas 5. Astungkara kata dia, di hari pertama semua berjalan lancar dan aman. “Semoga selanjutntnya akan berjalan lancar,” ujar Kepsek Berprestasi tersebut sembari menambahkan.

Nuratih juga memaparkan, selama pandemi karena siswa tidak bisa sekolah, maka pihaknya mendorong para guru untuk ikut berbagai kegiatan baik akademik maupun non akademik. Hasilnya beberapa guru suskses meraih prestasi bahkan di tingkat nasional dan internasional. “Jadi karena pandemi siswanya tidak sekolah, maka guru-guru yang saya dorong biar tancap gas. Karena apa yang diraih oleh guru-guru berprestasi ini nantinya bisa diketoktularkan kepada para siswa,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bandara Ngurah Rai Tunjukkan Ketangguhan Layanan Saat Lebaran 2026 1,14 Juta Penumpang Terlayani Tanpa Insiden

Dia berharap dukungan dan suport dari pemerintah agar pelaksanaan PTM 100 persen ini berjalan sukses. “Kami juga mengapresiasi para orang tua siswa yang sebagian besar bekerja di hotel walaupun pandemi dan banyak dirumahkan masih tetap semangat untuk mendukung anak-anaknya bersekolah. Bahkan ada siswa yang suskes dalam olimpade tingkat nasional,” bebernya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR