PKB XLIV : Arja Banjar Lantang Bejuh Sesetan Bawakan Cerita Swadarmaning Suputra

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Sekaa Arja Satya Dharma Kerti, Banjar Lantang Bejuh, Kelurahan Sesetan sebagai Duta Kota Denpasar dalam Utsawa/parade Arja klasik di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-44 berhasil menyedot perhatian pengunjung PKB pada Sabtu 9 Juli 2022 perang, di Kalangan Ayodya. Hadir menyaksikan penampilan Arja Klasik Banjar Lantang Bejuh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, serta Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta tokoh masyarakat Kelurahan Sesetan.

Cerita Arja Klasik diawali di kerajaan Swana Gangga tersebutlah dua bersaudara Galuh Diah Agra Manik dan adiknya Mantri Manis yang bernama Raden Wijaya Sena, ibu mereka telah tiada dan ayahnya pergi berguru sastra. Diceritakan di kerajaan Goa Maya, Prabu Sureng Rana atau Mantri Buduh belajar berguru sastra kepada Bhagawan Dharma Sakti. Prabu Sureng Rana belajar bersama sama dengan Liku yang bernama Diah Ulakesa. Setelah tamat belajar, Sang Prabu Sureng Rana ke Dharma Putra atau nyentana memperistri Diah Ulakesa dan dinobatkan menjadi raja di kerajaan Goa Maya.

Baca Juga:  Pemprov Bali Siapkan Perda Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar serta Perda Pencadangan Pangan

Sementara di kerajaan Swarna Gangga Mantri Manis berkeinginan mencari ayahnya yang sedang berguru sastra. Setelah bertemu dengan Mantri Buduh (ayahnya), Mantri Manis tidak diakui sebagai anak dan atas perintah Liku Dyah Ulakesa Mantri Manis dibunuh dan berita itupun sampai kepada Galuh Diah Agra Manik. Setelah Diah Agra Manik mengetahui adiknya telah dibunuh maka Diah Argra Manik dengan kesedihannya ingin mengkhiri hidupnya, tetapi dengan kedatangan Bhagawan Dharma Sakti yang memercikkan Tirta Sanjiwa (air kehidupan) akhirnya Raden Wijaya Sena hidup kembali dan ayahnya Prabu Sureng Rana akhirnya sadar dan mengakui Raden Sureng Rana sebagai anaknya.

Baca Juga:  Polisi Buru Sekelompok WNA yang Tembaki Warga Turki

Koordinator Sekaa Arja Satya Dharma Kerti I Wayan Manuaba menyampaikan penampilan Sekaa Arja Banjar Lantang Bejuh Duta Kota Denpasar melibatkan seniman muda. Hal ini juga melaksanakan regenerasi kepada insan muda untuk dapat mencintai kesenian Arja Klasik. “Pelestarian budaya Bali yang juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tetap mencintai kesenian klasik yang ada seperti halnya arja klasik,” ujarnya.

Baca Juga:  Koster Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan Budaya Bali: Teknologi Harus Perkuat Kecerdasan Manusia

Lebih lanjut disampaikan penampilan diiringi dengan gambelan geguntangan, yang tidak terlepas dari pakem Arja sebagai salah satu bentuk kesenian rakyat menceritakan tentang kisah Panji, alur ceritanya selalu terselip pesan-pesan kebijaksanaan, inti sari dari karya sastra dan lagu.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR