Legian, baliwakenews.com
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Legian memperingati Hut nya ke-35 secara sederhana. Tidak ada jalan santai atau pengundian hadiah. Namun kegiatan difokuskan dalam membantu krama di tengah pandemi dengan menyerahkan bantuan ratusan paket sembako. Penyerahan sembako secara simbolis kepada 3 Kelian Banjar Adat dilakukan Kamis (24/2) bertempat di wantilan LPD setempat.
Adapun penyerahan dilakukan secara bergantian oleh Lurah Legian, Ni Putu Eka Martini, Bendesa Adat Legian, Anak Agung Made Mantra serta Ketua LPD Legian, Wayan Budiasa. Para Kelian dari 3 banjar tersebut, yakni Banjar Legian Kaja, Banjar Pekandelan Legian Tengah dan Legian Kelod akan meneruskan sembako tersebut ke krama masing-masing. Pembagian sembako ini juga dihadiri Sekcam Kuta, Made Agua Suantara.
Menurut Ketua LPD Lagian, Wayan Budiasa peringatan Hut ke-35 memang dilakukan secara sederhana. Namun tentunya tanpa mengurangi makna dari Hut tersebut. Berbeda dengan perayaan Hut sebelum pandemi, dalam Hut kali ini tidak ada kegiatan lomba-lomba dan pengundian kupon nasabah. Hal ini juga sebagai salah satu langkah efesiensi di tengah pandemi yang masih berlangsung. Dimana kupon hadiah yang biasanya diundi nasabah dikembalikan ke krama dalam bentuk bantuan sembako. Selain efesiensi langkah ini bertujuan membantu meringankan beban krama di tengah pandemi. Apalagi dalam waktu dekat ini krama akan rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Keberadaan LPD Legian saat ini, sambung dia tidak terlepas dari dukungan krama yang menginginkan agar LPD tetap eksis dan maju. Karenanya pihaknya di LPD mencari terobosan dengan membuat program terbaru dan terupdate.
Salah satunya yakni Tabungan “Ketengan”. Dimana krama yang mau menabung diberikan celengan yang bisa diisi setiap hari seribu rupiah selanjut setiap bulan diambil. Terobosan ini juga untuk menyiasati agar warga tidak terbebani saat melaksanakan upacara adat. Program lainnya ada namanya investasi terencana yang modelnya hampir sama dengan diberikan celengan dan bebas mengisinya. “Ada juga program besarnya deposito optimal yang bunganya sama dengan bunga bank pada umumnya dan dibayar dimuka,” paparnya.
Hal senada disampaikan Penyarikan Desa Adat, Wayan Sunadi. Dalam Hut Kali ini memang tidak ada acara jalan santai atau lomba-lomba di panggung namun menukik difokuskan untuk membantu krama melalui penyerahan sembako. Dimana ada 915 paket yang diserahkan untuk krama desa adat sebanyak 700 paket dan 215 untuk pengayah desa dan pendukung internal. Dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 263 Juta. Dimana dmasing masing paket nominalnya Rp 290 ribu. “Paket ini terdiri dari beras 1 kg, telor satu krat dan uang tunai Rp 150 ribu,” imbuhnya.
Terobosan LPD Legian ini mendapat apresiasi dari Lurah Legian NI Putu Eka Martini dan Ketua LPM Legian, Wayan Puspanegara yang juga hadir dalam acara tersebut. Eka sangat mengapresiasi langkah LPD Legian tersebut yang menunjukkan kepeduliannya terhadap krama di saat pandemi yang belum berakhir.
Pihaknya di kelurahan sangat mengapresi langkah LPD yang telah mensuport krama di tengah pandemi ini. Dia berharap semoga pariwisata segera bisa bangkit dan ekonomi krama kembali menggeliat. “Momen ini sangatlah tepat sebagai perhatian LPD ke Krama yang telah mendukung keberadaan LPD hingga eksis sampai saat ini,” pungkasnya.
Puspanegara menambahkan pemberian bantuan sembako ini diibaratkannya sebagai pelepas dahaga di tengah pandemi yang membuat pariwisata legian ibarat mati suri. BWN-04


































