Denpasar, baliwakenews.com
Memperingati Hari Statistik Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan sinergi antar lembaga yang dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Bank Indonesia Provinsi Bali turut hadir dalam pembuka peringatan dimaksud. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju”, dengan makna kualitas data yang terjaga akan mendukung ketepatan dan perumusan kebijakan baik secara nasional maupun regional.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga peran nyata statistik dalam mewujudkan kemajuan Pulau Dewata. Lebih lanjut Hendrayana, mengapresiasi Pemerintah Daerah dan seluruh lembaga di Provinsi Bali dalam komitmen nyata untuk pemanfaatan data sebagai dasar perumusan kebijakan maupun pembangunan daerah.
Tidak hanya itu, peringatan Hari Statistik Nasional juga menjadi salah satu wujud menghargai kontribusi statistik dalam pembangunan dan perekonomian. Peringatan dimaksud juga sebagai upaya dorongan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang perlu diketahui oleh masyarakat.
“Ajang ini merupakan bentuk penghormatan atas kerja para statistisi yang menyediakan data berkualitas bagi pengambilan keputusan,” ucap Hendrayana.
Bank Indonesia Provinsi Bali juga mengucapkan selamat atas prestasi penyelenggaraan Statistik Sektoral yang dianugerahkan kepada Pemerintah Provinsi Bali, serta Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kab. Tabanan dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kab. Jembrana atas prestasinya yang gemilang pada ”Desa Cinta Statistik”.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja mengatakan dalam menjalankan peran dan melakukan fungsi advisory Bank Indonesia Provinsi Bali tidak terlepas dari penggunaan data yang dikeluarkan oleh BPS Provinsi Bali.
“Bank Indonesia Provinsi Bali menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang terselenggara di Provinsi Bali. Melalui terselenggaranya Sensus Ekonomi 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali dapat memperoleh data yang lebih terbaru dan sesuai dengan kondisi terkini sehingga relevan untuk menjadi landasan yang memperkuat aspek perumusan kebijakan Bank Indonesia,” ucap Erwin.
Dikatakan kualitas data yang dihasilkan oleh BPS Provinsi Bali juga turut mendukung tugas Bank Indonesia Provinsi Bali dalam Pro Stability, Pro Growth, utamanya bagaimana data bisa memberikan informasi terkait sektor ekonomi yang perlu didukung, pengembangan UMKM, penguatan pangan, serta ruang peningkatan kapasitas produksi maupun kualitas SDM di Provinsi Bali.
Tidak hanya itu, kualitas data yang baik turut membantu memperkuat proyeksi ekonomi ke depan. Penyediaan data yang berkualitas merupakan tanggungjawab bersama antar lembaga dan memerlukan dukungan luas dari masyarakat.
“Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus bersinergi dengan BPS Provinsi Bali untuk memastikan kualitas data tetap terjaga, sehingga hasilnya dapat mendukung perumusan kebijakan yang lebih akurat, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi perekonomian,” pungkas Erwin. BWN-03
































