Gianyar, baliwakenews.com
Tim dari Universitas Dhyana Pura memberikan pembinaan industri rumah tangga Sri Yadnya melalui peningkatan Produksi dan Pemasaran Digital yang dananya dari Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, beberapa waktu lalu. Hibah tersebut merupakan salah satu proposal Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program yang merupakan hibah Ditjendikti Ristek ini diketuai oleh I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari, S.Pd.,M.Pd, dengan anggota Ni Putu Widiastuti, SE.,MM, Gerson Feoh, S.Kom.,MT.
I Gusti Ayu Ika memaparkan Pemberdayaan Industri Rumah Tangga (IRT) di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat IRT harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran.
“Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual IRT itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat IRT adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia,” ucapnya.
Salah satu IRT yang sangat potensial dilakukan pembinaan dan pengembangan adalah usaha industri rumah tangga Sri Yadnya. Industri rumah tangga Sri Yadnya yang diketuai oleh Nyoman Budiasih, usaha ini telah berlangsung kurang lebih selama 10 tahun yang memiliki 15 orang tenaga kerja yang berasal dari keluarga dan tetangga di Desa Blahbatuh. Desa Blahbatuh Kabupaten Gianyar merupakan salah satu desa yang sangat kental adat istiadat, sehingga cukup banyak membutuhkan Jajan Begina sebagai sarana upakara sehari-hari.
Dari hasil observasi Tim Universitas Dhyana Pura pada saat ini mitra mampu untuk mengolah 30 kg ketan untuk diproduksi menjadi Jajan Begina selama 2 hari proses pembuatan, namun saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen karena terkendala proses penjemuran dan peralatan.
“Peralatan yang digunakan mitra masih tergolong sederhana dan kebersihan dalam pembuatan masih memerlukan penanganan dan peningkatan pengetahuan di bidang hygiene dan sanitasi,” ungkapnya.
Selain itu mitra memerlukan pendampingan mengenai pengetahuan dan mengenai praktek hygiene dan sanitasi. Makanan tradisional pada umumnya memiliki kelemahan dalam hal keamanannya terhadap bahaya biologi atau mikrobiologi, kimia atau fisik.
Adanya bahaya atau cemaran tersebut seringkali terdapat dan ditemukan karena rendahnya mutu bahan baku, teknologi pengolahan, belum diterapkannya hygiene dan sanitasi yang memadai dan kurangnya kesadaran pekerja maupun produsen yang menangani pengolahan makanan tradisional.
“Dari Observasi diatas, kami dari Tim Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna dan juga pemasaran,” pungkasnya. BWN-03


































