Pemerinta Berharap Desember Badung Bisa Zone Hijau Covid-19

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Beredar informasi rencana pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 1 Desember mendatang. Terkait hal ini Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan belum mengetahui informasi tersebut. Namun jika benar hal itu terjadi, maka Badung menyatakan siap menerima kedatangan warga Negara asing yang sebagian tentunya diharapkan wisatawan mancanegara.

Pjs Bupati Badung, I Ketut Lihadnyana mengaku dirinya belum mendengar informasi soal rencana pembukaan penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai. “Saya belum mendengar itu. Tapi tergantung dari kita sendiri sebenarnya. Makanya Pemerintah Kabupaten badung bersama masyarakat dengan DPRD, ya bagaimana penanganan Covid-19 ini, khususnya dalama hal penerapan protokol kesehatan, bisa memberikan kontribusi, ada sebuah kepercayaan pasar, kepercayaan masyarakat, itu dulu,” ungkapnya ditemui usai menghadiri rapat DPRD Badung, Senin (9/11).

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Penjor dan Gebogan “Bebadungan”

Pihaknya selaku Pemerintah Kabupaten Badung bersama masyarakat dan pihak terkait, jelas Kepala BKD Provinsi Bali ini, sudah berupaya melakukan penanganan Covid-19. Diklaim jumlah kasus baru sudah mulai menurun. “Saat ini kami bersama masyarakat beserta tim terpadu, dibantu TNI dan Polri sekarang ini angka yang terkonfirmasi positif astungkara sudah mulai menurun,” terangnya.

Lebih lanjut pria asal Buleleng ini pun menegaskan pihak bekerja dengan target. Harapannya, ‘Gumi Keris’ kembali ke zona hijau Covid-19. “Setiap bekerja, kami punya target. Target kami kalau sekarang oranye, setelah itu kuning, bisa nggak Desember ini hijau? Kita tidak hanya berbicara hijau saja. Tapi bagaimana upaya yang konkret. Dan ini tidak bisa ditumpukan kepada Gugus Tugas, kepada pemerintah, tapi kesadaran social semuanya, kalau kita ingin cepat-cepat kembali ke situasi yang normal seperti dulu,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Bersama Krama Banjar Adat Penebel Kelod

Jika informasi tersebut benar-benar dijalankan, apa Badung sudah siap? “Buka apa tidaknya (penerbangan internasional, Red) itu adalah kebijakan nasional, kebijakan pusat. Tapi Badung apa sih yang tidak siap? Pasti siaplah. Makanya sekarang ini dengan stimulus pariwisata untukusaha hotel dan restoran,” katanya.

Setelah itu, kata dia ada program kegiatan. Paling tidak kata dia ada unsur-unsur dalam pemenuhan protokol kesehatan oleh hotel dan restoran tersebut. “Ada nggak dari Dinas Pariwisata misalnya, dia akan membuat apakah hotel itu sudah bisa diberikan stiker sertifikasi bahwa ini sudah menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Badung Gelontor Hibah Rp 622 M Lebih Kepada 977 Penerima di Seluruh Kecamatan

Jika hal itu bisa dilaksanakan, Lihadnyana meyakini masyarakat akan lebih merasa aman dalam berkunjung. Pada akhirnya adalah dunia pariwisata kembali pulih. Tentunya diiringi perekonomian. “Kalau sudah begitu otomatis ada kepercayaan masyarakat kesana. Ini yang harapkan, terus kita genjot, ini yang utama. Kalau ini sudah bisa kita tangani, otomatis kepercayaan pasar, kepercayaan masyarakat, pariwisata yang ada di Bali, khususnya Badung itu akan pulih kembali. Kalau pariwisata pulih, ekonomi menggeliat, kan kesana larinya,” tandasnya.BWN05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR