Pembangunan Meru Masih Berjalan, Pujawali di Pura Uluwatu Dilaksanakan di Madya Mandala

Iklan Home Page

Kutsel, baliwakenews.com

Pujawali di Pura Luhur Uluwatu akan dilaksanakan di Madya Mandala. Hal ini dikarenakan pembangunan Meru Tumpang 3 yang disambar Petir masih berjalan di Utamaning Madya. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta Rabu (18/1). Sumerta memaparkan berdasarkan hasil Paruman H-9 jelang Pujawali, menyepakati kalau Pujawali Pura Luhur Uluwatu yang jatuh Selasa (24/1) ini berlangsung seperti basa.

Hanya saja karena saat ini masih dilakukan proses pembangunan Meru Tumpang 3 di Utamaning Mandala,untuk tempat pralingga-pralingga atau pratima-pratima yang diiring akan dilinggihkan di Madya Mandala. Selain itu dalam Pujawali kali ini akan kembali diberlakukan sistem kartu dengan tahapanya akan dibatasi. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta dihubungi Rabu (18/1).

Baca Juga:  Dewan Dukung Pemkab Badung Subsidi Sekolah Swasta

Mengingat Kondisi ini, untuk kemyamanan pemedek saat Pujawali, paletan pemedek yang melakukan persembahyangan akan diatur atau dibatasi. Caranya dengan memberlalukan kartu. Dimana dari kebijakan sebelummya yang memperbolehkan sebanyak 350 orang sekali masuk, kali ini dikurangi menjadi 250 orang. Sedangkan lokasi pesambyangan ada di bawah. Termasuk juga di madya mandala. “Seperti Pujawali sebelumnya, kali ini juga Kami harapkan pamedek tidak membawa kantong plastik sebagai tempat membawa sarana upacara. Termasuk menyiakan tempat untuk nunas,” harapnya sembari menambahkan rangkaian sebelum pujawali pada tanggal 22 Juga akan dilaksanakan mesolah Ida Ratu Ayu dari Jimbaran di Pura Uluwatu.

Baca Juga:  Dukung Go Green , Pekaseh dan Kelian Subak Abian di Badung Difasilitasi Motor Listrik

Yang mana krama Pecatu ikut nyanggra mendoakan prosesi yang dilaksanakan krama Desa Adat Jimbaran dalam ngiring pelawatan ratu ayu, lunga ke Pura Parerepan dan Pura Uluwatu. Terkait ini pula, Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan, baik di jalur menuju Uluwatu, agar memperhatikan hal ini. Karena dipastikan saat itu akan terjadi kekroditan di Jalur yang dilalui. Saat ini sambung dia, progres perbaikan meru tumpang tiga yang disambar Petir sedang proses mencari bahan Kayu Beti. Kayu ini akan digunakan untuk bahan di dalam meru atau sebagai penunjang. Dilanjutkan dengan pembuatan gedong. Ditargetkan pembangunan ini selesai dalam 3 bulan dan kini sudah berjalan 70 persen. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR