Mangupura, baliwakenews.com
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Open 2025 Seri Keempat di Grandmaste. Even ini untuk mempersiapkan atlet padel mengikuti Kejuaraan Padel Piala Asia atau Asia Cup 2025 di Doha, Qatar pada Oktober mendatang.
Event ini berlangsung di Island Sports Canggu, Jalan Karang Suwung No. 2, Pelambingan, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, 11 hingga pada 14 September 2025.
Wakil Ketua PBPI Bali, Rio Christian mengatakan Sirnas diawali dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan berakhir di Bali.
Mewakili Ketua Umum Pengprov PBPI Bali, Erwan Wiyono, ia menyampaikan tujuan Sirnas ini untuk melakukan penjaringan atlet Padel Indonesia utamanya Bali untuk go Internasional.
“PBPI Pusat ingin membuat Padel berkembang di berbagai provinsi di Indonesia. Untuk diketahui juga Padel itu awal berkembangnya itu dari Bali, makanya kenapa kita bikin penutupan Sirnas ini di Bali,” ujarnya, seusai pembukaan Sirnas Padel, Jumat 12 September 2025.
Dia menambahkan untuk Bali perkembangan Padel baru ada di Badung, Denpasar, Tabanan. Pemerataan dari seluruh kabupaten/kota juga menjadi konsen PBPI Bali untuk pengembangan Padel ke depan menuju PON 2028.
Wakil Ketua PBPI Pusat, Akash Nathani mengatakan Sirnas ini menjadi panggung bagi atlet Padel Indonesia untuk berkompetisi menunjukkan kemampuannya.
Dalam waktu dekat PBPI akan memberangkatkan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Qatar, dan para juara Sirnas inilah yang akan dipilih untuk mengisi skuad Timnas. Di event internasional tersebut PBPI mengirim 16 atlet terdiri dari 8 putra dan 8 putri.
“Kita dari PBPI ada ranking sistem, dari kompetisi seperti ini mereka mendapatkan poin-poin. Dari situ kita tahu pemain-pemain terbaik kita dari putra dan putrinya, lalu dari situ kita bisa Seleknas untuk menentukan tim,” ungkapnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Binpres KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PBPI yang telah menunjuk Bali sebagai Sirnas Open Seri Keempat.
“Ini juga menjadi ajang seleksi nasional,” kata Gung Cok yang juga Kabid Pertandingan Porprov Bali XVI/2025 ini.
Gung Cok juga menuturkan, atlet Padel Bali juga telah berhasil meraih medali emas dalam eksebisi di PON di Sumatera Utara dan Aceh.
“Kami harap Bali mendapatkan keuntungan. Mulai dari sisi pariwisata yakni sport tourism. Ini juga menunjukkan bahwa Bali aman untuk dikunjungi,” tandasnya.
Ditambahkan, cabang olahraga Padel sudah resmi akan dipertandingkan di PON NTB/NTT 2025. “Sirnas di Bali ini menjadi ajang pemanasan bagi beberapa provinsi yang sudah membentuk pengurus cabor Padel. Tadi disebutkan ada 14 provinsi, untuk itu saya harap Padel Bali mampu mempertahan medali emas yang diperoleh dalam eksebisi di Medan,” harapnya.
Pihaknya tak menampik, Padel belum menjadi anggota KONI Bali. Untuk itu, tahun depan pihaknya akan mendorong agar menjadi anggota KONI Bali, mengingat Padel akan dipertandingkan dalam PON NTB/NTT nantinya.
“Sudah barang tentu jika sudah eksebisi di PON, maka KONI Bali harus mendukung. Pertama untuk mengembangkan olahraga di Bali, dan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet yang potensial,” tandasnya.
Sementara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali melalui Kepala Bidang Putu Bayu Putra Mahendra menyampikan apresiasi dan terima kasih. “Kami bangga Bali dipilih menjadi venues Sirnas Padel keempat,” katanya.
Pihaknya pun berharap, dalam ajang ini juga mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari Bali. Mengingat kejuaraan ini diikuti 180 atlet Padel dari seluruh Indonesia, dan juga dari luar negeri.
“Padel sudah masuk dalam cabor yang dipertandingan di PON, semoga lahir atlet potensial Bali dari ajang ini,” harapnya. BWN-03

































