Pasar Bajera Dilalap Api, Enam Kios Luluh Lantak

Iklan Home Page

baliwakenews.com – Senja belum sempurna turun di Desa Bajera, Selemadeg, Tabanan, ketika suara jeritan membelah udara, Minggu, 27 April 2025. Langit masih berwarna jingga saat asap hitam mulai membubung dari dalam Pasar Bajera. Enam kios terbakar, meninggalkan bara, abu, dan kepiluan yang berat.

Kobaran pertama terlihat dari kios buah milik Mbah Ayu, perempuan paruh baya yang sehari-hari menggelar dagangannya di sudut pasar itu. Warga sekitar berteriak, pedagang berlarian. Ember-ember air ditumpahkan dengan tergesa, tangan-tangan gemetar berusaha melawan api yang terus melahap kayu, plastik, dan apapun yang ada di sekitarnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan Pura Mrajapati Tunon Dukuh

“Semua orang panik. Ada yang menangis sambil menyelamatkan barang dagangan, ada juga yang hanya bisa berdiri, terpaku melihat kios mereka dilalap api,” kenang Iptu Gusti Made Berata, Kasi Humas Polres Tabanan, sehari setelah kejadian.

Api, yang diduga berasal dari dupa sembahyang yang belum padam di kios Mbah Ayu, membesar dengan cepat. Angin sore membuat lidah api semakin liar, melompat dari satu kios ke kios lainnya, dari kios buah, ke kios nasi kuning, kain, penjahit, sembako, hingga los jualan canang, ayam, dan buah.

Baca Juga:  Fokus Terpaksa Beralih ke Online Strategi Distro Bertahan Saat Pandemi

Dalam tempo singkat, pasar kecil itu berubah menjadi lautan api. Kepanikan membanjiri gang-gang sempit, teriakan bercampur isak, sementara sebagian pedagang hanya mampu meratapi nasib dagangan mereka yang berubah jadi abu.

Petugas Polsek Selemadeg segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan, dan butuh waktu satu jam penuh untuk menundukkan amukan si jago merah.

“Syukur tidak ada korban jiwa,” kata Berata. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp700 juta, angka yang teramat besar untuk para pedagang kecil di pasar desa itu.

Baca Juga:  Marak Aksi Kriminalitas kepada Wisatawan, Bluebird Kampanye #TrueBlue

Kini, garis polisi membentang di antara sisa-sisa puing hitam. Polisi masih menggali keterangan dari para saksi untuk memastikan tidak ada kelalaian lain yang memperparah bencana ini. Sementara itu, para pedagang hanya bisa duduk di antara puing kios mereka, mencoba mengais sisa-sisa harapan dari reruntuhan yang hangus. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR