Mangupura, baliwakenews.com
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Made Sugita yang didampingi Direktur Teknis, Made Suarsa, usai gathering bersama pers, Selasa 6 April 2021 mengatakan PDAM Badung berupa terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen. ‘One Day Servis’ merupakan upaya untuk menekan keluhan pelanggan dan menekan kerugian.
Made Sugita mengatakan Gathering PDAM bersama pers rutin dilaksanakan tiap 6 bulan sekali. “Kami lakukan koordinasi dan silaturahmi pada seluruh awak media yang selama ini turut mendukung kami di Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Peran media sangat penting dalam mempromosikan pelayanan dan hal lainnya yang terjadi di PDAM Badung. Kami berharap kedepan kerja sama semakin ditingkatkan dan saling mengingatkan apa yang wajib dan mesti dilakukan di PDAM Badung, ” ucapnya.
Dikatakan hal yang paling utama bagaimana bisa melayani masyarakat Badung, khususnya dalam bidang air agar dapat lebih maksimal lagi. Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung ditargetkan memperoleh pendapatan pada 2021 mencapai Rp2 Miliar. Dengan targetkan tersebut diharapkan PDAM Badung tidak merugi seperti sebelumnya dan bisa memberikan keuntungan.
Terkait masih tingginya tingkat kebocoran air di Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Direktur Teknis, Made Suarsa, mengatakan kebocoran air di PDAM Badung terakhir di angka 43%. “Kami direksi baru sudah melakukan langkah- langkah yaitu menginventariskan persoalan sebelumnya, kemudian mengoordinasikan dengan tim. Karena tidak semua kebocoran disebabkan oleh kebocoran teknis. Tapi ada juga kebocoran administrasi karena ada ditemukan kilometer nol, ” ungkap Suarsa.
Dikatakan, saat ini pihaknya sudah menggunakan sistem informasi IT. Sehingga dapat diketahui secara ‘real’ seberapa besar kebocoran teknis dan kebocoran administrasi.
“Pada Februari dan Maret 2021 angka kebocoran sudah di bawah 40%, sehingga sudah mengalami perbaikan. Kami juga akan membentuk tim NRW khusus yang posisinya selevel kepala seksi. Mereka nanti yang akan memilah kebocoran supaya ‘real’. Sehingga kami tahu sebenarnya sakitnya itu dimana dan bisa diambil langkah- langkah antisipasi, ” tukasnya.
Suarsa berharap di tahun ini kebocoran dapat menyentuh 36-37%. Untuk itu kalau ada kebocoran sudah dilakukan ‘one day servis’. Tidak lagi dilakukan penundaan perbaikan. “Hari ini bocor, hari itu juga sudah selesai sehingga air kami tidak banyak yang hilang dan masyarakat tidak banyak mengeluh. Di awal tahun ini kami lihat keluhan masyarakat sudah banyak berkurang karena tim teknis sudah sigap melakukan perbaikan kebocoran, ” tandanya.
Dalam kondisi pandemi Covid- 19 saat ini lebih dilakukan konsolidasi ke dalam dan sedang mengkaji, apa yang bisa diberikan kepada masyarakat. Untuk pembayaran efektivitas penagihan dikatakan mencapai 80%. “Artinya masyarakat di tengah pandemi masih mampu untuk melakukan pembayaran. Pada 2020 target kami 84% dan pencapaian 87%. Ini membuktikan kemampuan masyarakat membayar masih tinggi. Karena kebutuhan air nomor dua setelah udara, ” ucapnya. Meski diakui terjadi penurunan jika dibandingkan dengan sebelum corona yaitu sekitar 3-4%. *BWN-03

































