Nasib LPD dan Koperasi di tengah Pandemi Covid 19 Keteteran, Karena Warga Banyak Dirumahkan

I Made Subagiada

Badung, baliwakenews.com

Pedemi virus corona yang berkepanjangan akhir akhir ini, sangat memukul kehidupan masyarakat dan mengubah tatanan cara beraktivitas semua orang, ini bisa dilihat dari berbagai sektor kehidupan terutama di sektor ekonomi masyarakat. Keberadaan LPD dan Koperasi yang bergerak di sektor keuangan masyarakat menengah ke bawah yang sebelumnya sangat membantu kini mulai diujung tanduk. Semenjak pedemi virus corona cobid 19 berlangsung, Kondisi ini menjadi perhatian yang sangat serius, mengingat Koperasi maupun LPD selama ini merupakan Sokoguru perekonomian masyarakat di tingkat Desa pekraman, sehingga keberadaannya diperlukan karena dapat membantau meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Harapan ini disampaikan Salah seorang Tokoh Jimbaran, Made Subagiada, SE, MM, Kamis (24/9).

Kelian Adat Banjar Ubung, Jimbaran ini memaparkan dalam keadaan ekonomi seperti ini di berbagai sektor, khususnya di sektor ekonomi riil masyarakat yang menjadi beban berat adalah dimana lembaga perkreditan desa ( LPD ) dan Koperasi yang menyokong pergerakan ekonomi masyarakat sejak enam bulan tetkahir dimassa pedemi covid 19 berlangsung mulai keteteran. Ini disebabkan karena masyarakat yang selama ini melakukan aktivitas dan setiap bulan bisa saving dana di lembaga perkreditan maupun koperasi kini menarik simpanannya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. karena sebagian masyarakat sudah mulai dirumahkan dan tidak bekerja sehingga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat setiap bulannya.

Baca Juga:  120 Tahun Pegadaian Terus Tunjukkan Kinerja Positif

Disamping itu, dengan adanya masyarakat yang dirumahkan dan tidak bekerja otomatis beban dalam menjalani hidup sehari hari cukup berat , akan berpengaruh terhadap adanya penarikan simpanan masyarakat yang mungkin akan terus terjadi selama enam bulan kedepan, dan masyarakat cenderung jarang akan menyisihkan pendapatannya untuk disimpan. Selain itu pembayaran kredit yang dilakukan oleh masyarakat akan berkurang dan beban kredit macet akan semakin besar. Belum lagi biaya operational yang tinggi, dana liquiditas dan aset yang dimiliki kalo diuangkan saat ini tidak sesuai dengan harapan. Kondisi ini kemungkinan akan berpengaruh terhadap keberadaan lembaga perkreditan dan koperasi ke depan. Apalagi peran lembaga perkreditan desa dan koperasi sangat besar kepada masyarakat dalam pemberian sembako ditengah gempuran virus corona covid 19 berlangsung.

Baca Juga:  Honda Vario Kini Tampil Lebih Sporti

Oleh karenanya, kata dia saatnya manajemen atau pengurus bekerja keras untuk menjaga agar lembaga perkreditan desa maupun koperasi untuk bisa bertahan di tengah gempuran pademi virus corona covid 19 yang sedang kita hadapi bersama, jangankan memikirkan keuntungan untuk bertahan saja sudah cukup baik. Selain itu, saatnya pula pemerintah dalam hal ini yang berwenang membidangi, untuk segera membuka mata, dan melihat persoalan yang dihadapi oleh kedua lembaga perkreditan Desa dan Koperasi ini. Mungkin dengan cara memberikan program yang memang bertujuan untuk membantu kedua lembaga ini agar bisa bertahan di tengah gempuran pedemi virus corona covid 19 berlangsung.

Baca Juga:  Gema Tridatu IKM dan UKM Denpasar Pulihkan Perekonomian di Masa Pandemi Covid 19

“jangan sampai lembaga perkreditan desa dan koperasi yang notabene salah satu lembaga yang kita miliki yang menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menopang kehidupan adat dan budaya masyarakat bali bisa hilang dan ditelan oleh ganasnya virus corona covid 19,” pungkasnya. BWN-04

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: