Mangupura, Baliwakenews com – Musim hujan 2026/2027 di Bali diprediksi datang lebih lambat dari biasanya. Dari 20 Zona Musim (ZOM) yang tersebar di Pulau Dewata, sebanyak 17 ZOM atau 85 persen diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Meski datang terlambat, masyarakat diminta tidak lengah. Sebab, ketika musim hujan berlangsung, sifat hujan di Bali diprediksi berada pada kategori normal hingga atas normal.
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, mengatakan seluruh 20 ZOM di Bali diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan kondisi normal.
“Seluruh wilayah, yaitu 20 zona musim di Bali, diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan,” ujar Aminudin saat pers release prediksi musim hujan 2026/2027, Senin (28/9/2026).
Dari 20 ZOM tersebut, hanya tiga ZOM atau 15 persen yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara 17 ZOM atau 85 persen lainnya baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Pengamat Meteorologi Geofisika Pertama, Trayi Budi Samantu, mengatakan kemunduran tersebut cukup signifikan. Sebanyak 5 persen ZOM diprediksi mundur satu dasarian, 25 persen mundur dua dasarian, sedangkan 70 persen lainnya mundur tiga dasarian atau lebih.
“Yang paling banyak, 70 persen mundur tiga dasarian atau lebih. Artinya bisa mundur satu bulan atau lebih dari normalnya. Bahkan hampir ada yang mundur sekitar enam hingga tujuh dasarian,” jelas Trayi.
Namun, keterlambatan datangnya musim hujan tidak otomatis berarti hujan yang turun nantinya lebih sedikit.
Stasiun Klimatologi Bali memprediksi 14 ZOM atau 70 persen akan mengalami sifat musim hujan normal. Sementara enam ZOM atau 30 persen lainnya justru diprediksi mengalami sifat hujan atas normal.
Wilayah dengan potensi sifat hujan atas normal terutama berada di pesisir Bali bagian utara dan timur.
“Walaupun awal musim hujan yang diprediksi mundur, kami mengimbau untuk tetap mewaspadai intensitas hujannya,” kata Aminudin.
Selain terlambat datang, musim hujan 2026/2027 juga diprediksi berlangsung lebih singkat.
Sebanyak 18 ZOM atau 90 persen diperkirakan memiliki durasi musim hujan lebih pendek dari kondisi normal. Hanya dua ZOM atau 10 persen yang diprediksi memiliki durasi sama dengan normal.
“Karena awal musimnya saja mundur dari normal, maka panjang musimnya nanti juga diprediksi lebih pendek dari normalnya,” terang Trayi.
Sementara itu, Februari 2027 diprediksi menjadi periode puncak musim hujan dengan cakupan wilayah paling luas.
Sebanyak 16 ZOM atau 80 persen diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Februari 2027. Satu ZOM atau 5 persen diprediksi mencapai puncak pada Januari, sedangkan tiga ZOM atau 15 persen lainnya pada Maret 2027.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan masyarakat perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak sebelum hujan intensif terjadi.
Stasiun Klimatologi Bali mengingatkan agar drainase dan sungai dibersihkan serta dinormalisasi. Fasilitas penampung air juga perlu diperiksa dan diperbaiki. Di kawasan rawan bencana, penguatan tebing, perbaikan jalan, pembersihan gorong-gorong, pemangkasan pohon rawan tumbang hingga pengamanan kabel utilitas perlu dilakukan lebih awal.
Di sisi lain, ancaman belum sepenuhnya bergeser dari kekeringan ke hujan lebat. Selama September hingga Oktober, Bali masih perlu mewaspadai kondisi kemarau yang relatif kering.
Karena itu, potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian sebelum musim hujan benar-benar tiba.
Pada sektor pertanian, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman dengan siklus lebih pendek serta meningkatkan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Sektor sumber daya air juga diminta mengoptimalkan pemanfaatan air hujan, meningkatkan kapasitas tampungan air di tingkat rumah tangga, serta memperkuat pengelolaan drainase dan konservasi air.
Sementara dari sisi kesehatan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan larvasidasi perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) maupun penyakit yang berkaitan dengan genangan air setelah hujan atau banjir.
Stasiun Klimatologi Bali mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi musim melalui kanal resmi BMKG Stasiun Klimatologi Bali.
Dengan prediksi musim hujan yang terlambat tetapi tetap berpotensi normal hingga atas normal, kesiapan menghadapi dua kondisi ekstrem—kekeringan sebelum musim hujan dan hujan intensif setelahnya—menjadi perhatian sepanjang peralihan musim 2026/2027. BWN-04
































