Kedonganan, baliwakenews.com
Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang merontokan sektor ekonomi khususnya di bidang pariwisata tidak menyurutkan Desa Adat Kedonganan dalam melestarikan tradisi yang ada. Salah satunya yaitu tradisi Mepatung dengan membagikan krama yang sudah berjalan. Seperti dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, Desa Adat Kedongana melalui LPD kembali membagikan 10 ton daging kepada krama.
Pembagian daging babi dan ayam tersebut dilaksanakan Senin (12/4). Untuk krama ngarep dilaksanakan di masing-masing banjar. Sedangkan krama tamiu diserahkan di depan Kantor LPD Kedonganan. Kepala LPD Kedonganan, Ketut Madra didampingi Bendesa Adat Wayan Mertha memaparkan, Pertumbuhan LPD desa adat kedonganan sangat signifikan dipengaruhi oleh sektor riill yang dibangun melalui kredit yang diberikan kepada krama secara berkelompok (kolektif) diperuntukan untuk membangun 24 warung ikan bakar (café) di pinggir pantai. Dimana kepemilikannya menjadi milik desa adat yang dikelola oleh kelompok banjar, demikian juga dibangunnya pasar desa adat yang dikelola langsung oleh pengurus pasar desa adat.
Sejak pandemi covid 19 yang sampai saat ini belum pulih, mengakibatkan seluruh aktivitas krama desa adat kedonganan yang menggantungkan usahanya di sektor tersebut menjadi lumpuh, yang secara langsung mempengaruhi kinerja LPD desa adat kedonganan. Perlu diketahui bahwa hampir 80% krama desa adat kedonganan yang dulunya sebagai nelayan, beralih profesi menjadi pemilik, pengelola dan karyawan ke 24 warung ikan bakar tersebut.
Di tahun 2020 sambung Madra kondisi LPD kedonganan kalau dilihat dari aset,tabungan, dan laba mengalami penururnan. Namun bila dilihat dari simpanan berjangka/deposito, pinjamamn (kredit), dan modal cenderung meningkat.
Untuk membantu kondisi covid 19 yang dihadapi oleh krama atau nasabah LPD kedonganan, pihaknya bersama bendesa adat kedonganan mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Diantaranya memberikan penundaan pembayaran kredit (pokok, bunga, dan pembebasan denda) selama 3 bulan, (namun karena kondisi masih dirasakan oleh masyarakat sampai dengan saat ini masih banyak yang belum mampu memenuhi kewajiban tersebut.) Memberikan sembako selama 3 bulan, memberikan insentif kepada krama yang memenuhi kewajiban selama kebijakan tersebut.
Total dana yang dikeluarkan akibat kebijakan tersebut sebesar 3,6 M, dana tersebut bersumber dari laba tahun 2019. Apa yang menjadi keputusan tersebut kata dia merupakan wujud nyata dari visi LPD desa adat kedonganan “menjadi LPD yang sehat,kuat,tangguh, bermanfaat, dan berkelanjutan) untuk mewujudkan panca kreta dalam melaksanakan panca yadnya dalam penguatan adat dan budaya yang didasari oleh tri hita karana dan dijiwai oleh agama hindu.
Dalam rangkaian menyambut hari raya galungan dan kuningan kegiatan yang bersifat rutinitas tetap diselenggarakan setiap 6 bulan sekali dalam melestarikan tradisi “mepatung” di desa adat kedonganan. Ini wujud nyata dari konsep panca kreta. (kreta angga,kreta warga, kreta desa, kreta wisesa, lan kreta bhuwana). “Untuk saat ini kami memberikan untuk “kreta angga” berupa voucher senilai Rp 150.000, Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 200.000.000 sampai denga kurang dari 300.000.000 voucher senilai Rp 200.000, Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 300.000.000 sampai denga kurang dari 500.000.000 voucher senilai Rp 250.000, Daging, Beras 10 Kg, bagi krama yang memiliki saldo simpanan berjangka sebesar Rp. 500.000.000 ke atas dimana saldo tersebut wajib mengendap minimal 1 tahun,” bebernya sembari menambahkan bagi krama tamiu yang memiliki pengendapan tabungan sebesar diatas Rp. 10.000.000 dan deposito diatas Rp.50.000.000 diberikan daging 3,5 kg dan beras 10 kg total krama tamiu yang mendapatkan manfaat tersebut sebanyak 1.405 krama.
“Sedangkan untuk kreta warga kami memberikan manfaat kepada krama mipil di desa adat kedonganan dengan saldo minimal Rp. 200.000 yang diserahkan kepada kepala keluarganya (pinaka krama ngarep lan krama balu) yang jumlahnya sebanyak 1.232 kk,(krama ngarep). Dengan 5231 jiwa krama mipil berdasarkan data base pipil krama yang telah terdata. Berupa masing-masing 1 Kg daging babi, 2,5 kg daging ayam (2 ekor ayam). Dan beras sebanyak 10 kg. Jumlah dana yang kami keluarkan untuk pembagian saat ini sebesar Rp. 677.111.700 dengan total daging babi dan ayam sebanyak 10.342 Kg (10 ton) dan lebih dari 29.000 kg beras,” ujarnya.
Dana tersebut bersumber dari dana pembentukan untuk kegiatan menyambut hari raya galungan dan kuningan. Mengingat situasi dan kondisi pandemi covid 19 masih terdampak bagi seluruh krama, maka kebijakan pihaknya untuk saat ini lebih berfokus kepada menguatkan iman dan imun, melalui pemberikan bantuan kepada masyarakat atau kalau kberpijak pada visi LPD, saat ini kita lebih meningkatkan hubungan sesama manusia (pawongan).
“Disamping itu kami berharap seluruh krama desa adat kedonganan perlu melakukan diversifikasi usaha dengan menghidupkan kembali sektor primer seperti perikanan, yang merupakan icon desa adat kedonganan. Untuk kepentingan tersebut LPD desa adat kedonganan telah menyiapkan produk kredit khusus kepada nelayan krama wed desa adat kedonganan,” pungkasnya. BWN-04

































