Malam Ini Ida Sesuunan Ring Pura Dalem Padonan, Napak Pertiwi

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ida Sesuunan di Pura Dalem Padonan, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, malam ini Selasa 10 Mei 2022, akan melaksanakan ritual napak pertiwi. Ritual ini dilaksanakan untuk memohon keselamatan dan melindungi desa dari musibah.

Ritual napak pertiwi merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan setelah sebelumnya Senin 9 Mei 2022 dilaksanakan upacara ngerehan. Rangkaian upacara dipuput Ida Pedanda Gede Kekeran Pemaron.

Napak pertiwi memiliki makna menginjak bumi atau turun ke bumi. Upacara napak pertiwi dilakukan dengan tujuan agar Ida Bhatara atau tuhan bersedia turun ke bumi untuk memberikan keselamatan dan melindungi desa dari segala musibah.

Baca Juga:  Prokompim Badung Bersama Wartawan Kunker ke Titik Nol Nusantara

Ida Bagus Lingga Ari Adnyana, pengabih Ida Pedanda Gede Kekeran Pemaron menuturkan rangkaian upacara ngerehan dilaksanakan karena Ida Pelawatan yang ada di Pura Padonan yaitu Ida Ratu Gede, Ida Ratu Ayu dan Ida Ratu Mas selesai diperbaiki. Maka dilakukan rangkaian upacara Ngeratep, melaspas dan masupati, ngerehan dan napak pertiwi.

“Upacara Ngerehan tujuannya untuk menyucikan pelawatan/ petapakan yang sebelumnya diperbaiki. Karena Ida Ratu Ayu merupakan Dewi Durga, jadi harus disucikan di setra atau kuburan, ” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 490 Juta di Kabupaten Buleleng  

Tujuan upacara ngerehan ini adalah untuk menghapuskan noda, baik yang bersifat sekala maupun niskala yang ada pada kayu dan benda lain yang digunakan untuk pembuatan pelawatan/ petapakan Ida Ratu Ayu atau lebih dikenal dengan Rangda. Setelah pelawatan dibersihkan, baru siap untuk untuk diberikan kekuatan gaib dari Tuhan. Dengan demikian diharapkan Petapakan Betara Rangda/ Ratu Ayu mampu menjadi pelindung bagi umat Hindu.

Baca Juga:  Diskarmat Badung Sambut HUT Pemadam Kebakaran Ke-103

Ritual ngerehan adalah ritual yang sangat sakral, keberhasilan ritual ngerehan biasanya ditunjukkan dengan ciri- ciri yang berbeda-beda. ” Cirinya beda-beda ada berupa cahaya, ada berupa suara, ada berupa badanya si pemundut terasa besar. Ada juga ditandai dengan turunnya hujan, munculnya binatang yang tidak biasanya, serta terjadinya trans atau kerauhan dan lain-lain yang tak bisa dipikirkan,” pungkasnya. *BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR