Kintamani, baliwakenews.com
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan pelatihan penyusunan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan aplikasi Akuntansi Friendly pada dua desa di Kintamani, Kabupaten Bangli. Pelatihan ini diisi oleh 2 narasumber yaitu Dr. I Made Wianto Putra, S.E. M.Si., dan I Wayan Kartana, S.E. M.Sc.
Dr. I Made Wianto Putra, S.E. M.Si., memaparkan BUMDes memiliki peranan penting dalam pembangunan desa. Mengingat keberadaan BUMDes selain sebagai sumber pendapatan asli desa juga dapat menyediakan barang dan jasa berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk kebutuhan masyarakat Desa.
“Keberadaan BUMDes ini relatif baru namun perkembangannya cukup pesat sampai saat ini terdapat 588 BUMDes di Bali. Karena relatif baru, banyak kendala-kendala yang dihadapi BUMDes terutama yang berada di daerah pedesaan,” tutur Dr. I Made Wianto Putra, S.E. M.Si.
Lebih lanjut dikatakan, salah satu kendala yang dihadapi BUMDes yaitu dalam penyusunan laporan keuangan dan kesulitan pengecekan stok barang yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Berkenaan dengan adanya kendala pada BUMDes tersebut, Universitas Warmadewa melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat ikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan ini dengan mengadakan pengabdian dalam bentuk pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan Aplikasi Akuntansi Friendly pada BUMDes Desa Selulung dan Desa Belantih yang dilaksanakan pada Jumat 8 Juli 2022. Pada Pelatihan ini Dr. I Made Wianto Putra, S.E. M.Si. memaparkan materi tentang Tertib Administrasi BUMDes. Sedangkan I Wayan Kartana, S.E. M.Sc. memaparkan materi tentang Penggunaan Aplikasi Akuntansi Friendly, pengabdian ini didampingi oleh 3 orang mahasiswa.
Pelatihan ini diikuti oleh ketua dan pegawai BUMDes Desa Selulung dan Desa Belantih. “Baik ketua maupun pegawai BUMDes sangat senang dan antusias dalam mengikuti pelatihan, karena selama ini mereka tidak memahami menyusun laporan keuangan dan menurut ketua BUMDes mereka harus bekerja keras untuk bisa menyusun laporan keuangan terutama ketika dimintakan pertanggungjawaban.Namun, karena tidak ada yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi, laporan pertanggungjawaban selalu terlambat, ” ucap I Wayan Kartana, S.E. M.Sc.
Ketua BUMDes Desa Selulung, I Nyoman Katos menyampaikan Adanya pelatihan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi ini sangat praktis. “Pegawai hanya menginput atau menjurnal bukti transaksi laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan posisi keuangan dan laporan arus kas secara otomatis tersusun,” katanya.
Dengan aplikasi ini mereka akan mengetahui bagaimana posisi keuangan dan berapa untung dan rugi serta digunakan untuk apa kas dapat dilihat setiap saat. Selain itu aplikasi ini menyediakan berapa piutang kepada masing-masing langganan serta berapa hutang kemasing-masing pemasok selain itu dengan aplikasi ini stok barang dapat diketahui setiap saat tanpa melakukan perhitungan, pokoknya sangat praktis dan membantu untuk mengerjakan masalah administrasi imbuhnya.
Menurut salah satu pegawai BUMDes Desa Belantih, I Made Setiawan dengan adanya pelatihan ini, laporan keuangan dapat disajikan kapanpun. “Dengan aplikasi ini pertanggungjawaban juga dapat dilakukan kapanpun, proses perencanaan, pengendalian dan pembuatan keputusan dapat dilakukan dengan lebih baik karena selalu tersedia informasi,” ungkapnya.
Ketua BUMDes dan pegawai mengharapkan untuk dilakukan pelatihan secara teratur mengingat mereka tidak memiliki latar belakang akunting sehingga belum bisa memahami proses penyusunan laporan keuangan secara utuh.*BWN-03































