Mangupura, baliwakenews.com
Lomba Bulan Bahasa Bali ke-7 digelar Desa Adat Kutuh, Jumat (28/2/2025). menggelar lomba Bulan Bahasa Bali ke-7. Acara yang dipusatkan di Kantor Sekretatiat Desa Adat Kutuh ini disambut antusias peserta.
Pembukaan Lomba Bulan Bahasa ke-7 ini dilakukan oleh MDA Kecamatan Kutsel, I Ketut Marcin didampingi Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir, Perbekel Kutuh, Wayan Mudana beserta tokoh lainnya.
Bendesa Adat Kutuh Nyoman Mesir, mengatakan dalam bulan bahasa ke-7 tahun 2025 ini, Desa Adat Kutuh melaksanakan beberapa lomba (wimbakara). “Ini juga bagian dari pembinaan,”.katanya.
Diharapkannya lomba yang disambut antusias peaerta mulai dari tingkat SD,SMP dan SMA hingga dewasa ini ke depan dapat menjadi bagian dalam pelestarian budaya. Khususnya di bidang bahasa dan sastra Bali.
“Kami harapkan juga apa yang dilaksanakan ini bisa bermanfaat di masyarakat terutama dalam penggunaan bahasa Bali di lingkungan keluarga dimana bahasa Bali juga merupakan bahasa ibu yang harus dilestarikan,” tegasnya sembari menambahkan, mengingat pembelajaran di sekolah dengan jam pelajaran yang terbatas maka perlu dilaksanakan pembinaan salah satunya melalui lomba dalam rangka bulan bahasa Bali ke-7 tahun 2025 ini.
Dia juga melihat dalam setiap kegiatan upacara Yadnya belum ada generasi muda yang ikut ambil bagian dalam hal mekidung dalam bahasa Bali. “Selama ini hanya diikuti oleh para orang tua saja. Untuk itu ke depan para generasi muda ini saya harapkan agar bisa ikut dalam kegiatan Upacara Yadnya seperti mekidung. Karena dengan mekidung juga merupakan salah satu implementasi dalam hal penggunaan bahasa Bali,” ajaknya sembari mengungkapkan, dari desa adat juga akan sangat mendukung terutama dalam hal pendanaan setiap kegiatan yang ada kaitannya dengan pelestarian seni adat dan budaya Bali.
Perbekel Desa Kutuh, Wayan Mudana mengatakan desa dinas sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilaksanakan oleh desa adat dan diharapkan tetap konsisten dengan kegiatan tersebut.
Pihaknya di desa dinas juga menganggarkan dana melalui pemberdayaan masyarakat, dimana setiap tahun kegiatan ini dianggarkan sampai 200 juta rupiah. Namun tidak digelontorkan dalam bentuk dana melainkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan.
“Setiap melaksanakan kegiatan dalam rangka pelestarian seni adat dan budaya dan ada pembinaan yang melibatkan pelatih seni maka ini akan berdampak luar biasa,”.ujarnya.
Ketua Widya Sabha Desa Adat Kutuh, Watan Meling menambahkan, persiapan dalam rangka menyambut bulan bahasa Bali ke-7 tahun 2025 ini sudah dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti halnya adanya pembinaan-pembinaan para peserta, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA ditambah peserta dari 4 Banjar yang ada di Desa Adat Kutuh.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan lomba nyurat aksara Bali dan mekidung untuk tingkat sekolah dasar. Sedangkan tingkat remaja atau SMP dan SMA mengikuti lomba mekidung. Dan untuk tingkat dewasa yang diikuti oleh Krama istri dari masing-masing Banjar dilaksanakan lomba mesatua bali dan mekidung. BWN-04


































