Denpasar, baliwakenews.com
Laga kandang pertama di putaran kedua musim ini akan terasa berat bagi punggawa Bali United. Pasalnya, pasukan Bali United akan memakai Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Maguwohardjo, Sleman hingga akhir musim sebagai homebase Serdadu Tridatu.
Salah satu penjaga gawang Bali United, Muhammad Ridho mengungkap situasi yang dihadapi tersebut setelah menyelesaikan laga pertama putaran kedua di markas Persija Jakarta. Seharusnya, Ridho dkk usai bertandang ke markas Macan Kemayoran langsung pulang ke Bali untuk mempersiapkan laga di rumah sendiri. Namun sayangnya, tujuannya kali ini langsung ke Yogyakarta sebagai homebase baru Bali United. Situasi ini membuat Ridho cs tetap menjaga fokus walau tanpa didukung suporter secara langsung seperti yang terjadi di Stadion Dipta.
“Mau tidak mau harus kami jalani. Pelatih juga menyampaikan bila situasi ini bukan masalah yang besar dan harus dukung pelaksanaan kompetisi internasional tersebut. Tentu tidak ada masalah juga untuk para pemain karena laga kandang harus bermain di luar Bali,” jelas Ridho, Rabu (18/1).
Meski begitu, bagi Ridho momentum ini hampir mirip dengan situasi kompetisi musim lalu yang juga harus bermain di tempat netral dan jauh dari dukungan suporter secara langsung. “Yang pasti tim mungkin pelan-pelan sudah terbiasa dengan situasi seperti ini karena tahun lalu juga ada momentum kami bermain bubble dan di luar Bali,” tambah mantan kiper Madura United tersebut. BWN-06

































