Kutsel, baliwakenews.com
Koperasi Subhakti Ungasan terus bergerak meski di tengah pandemi covid-19. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas anggotanya melalui pelatihan dan pendidikan secara berkelanjutan. Seperti pendidikan anggota yang dilakukan Selasa (22/6) malam di salah satu unit bisnisnya yakni Subhakti Car Wash, Ungasan.
Karena berlangsung dalam suasana pandemi pemberlakukan protokol Kesehatan dilakukan secara ketat. Mulai dari wajib masker kepada yang hadir, jumlah peserta yang dibatasi, pengecekan suhu serta pengaturan jarak tempat duduk satu dan lainnya.
Bahkan Narasumber tunggal dalam pendidikan anggota tersebut Nyoman Sukarta sebelum memulai paparannya juga mengingatkan agar mengatur jarak duduk paling tidak 1 meter antar peserta. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias peserta yang dengan tertib mengikuti jalannya pelatihan hingga akhir.
Dalam kesempatan tersebut Sukarta yang juga aktif di beberapa koperasi di Badung tersebut mengawali dengan bagaimana awal Koperasi terbentuk. Ternyata ide mendirikan koperasi kata dia muncul saat bermain sepakbola. Selanjutnya untuk mendukung dan mewujudkan ini para penghobi bola ini mencari orang yang paham akan dunia koperasi. Dimana pilihannya jatuh pada Made Suanda Wisnaya yang kini menjabat sebagai Ketua Koperasi Subhakti. Dari awalnya berkantor di gedung yang kecil, perlahan Koperasi terus berkembang dan kini memiliki gedung yang megah. Bahkan mampu membuka kantor di Perum Taman Griya Jimbaran yang kini terus berkembang dengan perputaran aset mencapai 1,7 Miliar. Padahal awal dididirkan sempat merugi. Bukan itu saja, Subhakti juga kini memiliki sejumlah aset seperti Car Wash, properti dan aset tanah hingga ke Lombok.
Keberhasilan ini menurut Jebolan STP Bali tersebut tidak terlepas dari dukungan dan peran aktif anggota sebagai pemilik. “Koperasi ini milik bapak dan ibu begitu juga aset yang ada. Rasa memiliki ini harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Yang tak kalah penting dalam pemaparannya, Sukarta juga mengajak kepada anggota untuk terus berperan aktif memanfaatkan jasa yang ada di koperasi agar apa yang dicapai bisa terus ditingkatkan. Apalagi dalam kondisi pandemi covid 19 seperti saat ini. Loyalitas saja kata dia tidaklah cukup namun juga harus dibanrengi Komiten, angegade dan Sustainable angaged.
Karena loyalitas dan komitmen masih bisa berubah tanpa ada anganged atau larut menjadi satu dengan koperasi Subhakti. “Kalau sudah larut dan tidak bisa dipisahkan pasti akan “mebele pati” terhadap Koperasi Subhakti. Apalagi kalau ada yang menjelekan koperasi ini,” tegasnya. Di bagian lain angaged ini juga harus terus diperkuat agar sustainable atau berkelanjutan. Karenanya dilakukanlah salah satunya pendidikan anggota tersebut. Apalagi dalam kondisi saat ini profit bukanlah satu-satunya tujuan dan benefit atau asas manfaat juga sangatlah penting. Di Subhakti sendiri benefit ini sudah berjalan dengan bagus sehingga mampu bertahan di dalam kondisi saat ini. Benefit atau kedekatan yang selama ini dilakukan melalui penyaluran CSR ke banjar-banjar, penyerahan punia ke pemangku, pasukadukan termasuk kegiatan cerdas cermat dan lainya. “Selain itu pelayanan cepat dan prima juga menjadi kunci. Kalau ada yang mengajukan pinjaman kalau syaratnya sudah lengkap, dalam satu hari sudah cair. Itu yang sudah kita lakukan di Subhakti,” tegasnya sembari tidak memungkiri ada anggota yang aktif, pasif bahkan menghambat jalannya koperasi. Untuk yang menghambat tentu harus diambil langkah tegas agar hal itu tidak terus terjadi. “Jadi marianfaatkan koperasi ini karena kita yang punya. Kalau kita sudah bisa larut akan usaha yang kita miliki ini, godaan dan tantangan apapun tidak akan bisa merubahnya,” tegasnya.
Berkat kebersamaan antara pengurus dan anggota yang larut dalam mengembangkan koperasi ini kata dia juga telah membawa Koperasi Subhakti meraih beberapa prestasi bukan hanya di tingkat lokal namun juga Nasional.
Menariknya dalam sesi akhir pendidikan anggota ini juga dilakukan pengundian hadiah door prize untuk para peserta. BWN-04


































