Denpasar, baliwakenews.com
Koperasi Pemasaran Perempuan Katrisma Mandiri (PKM) bergandengan dengan Koperasi Bali Satya Madani (BSM) Minggu 6 Juni 2021, menggelar bazar produk Usaha Milro Kecil dan Menengah (UMKM) di depan Kantor BSM, Jalan WR Supratman Denpasar. Bazar menurut Ketua Koperasi Pemasaran PKM, Cok Istri Mirah, SE, MAP., sebagai bentuk komitmen PKM membantu pemasaran produk UMKM.
Cok Istri Mirah mengatakan sebagai koperasi pemasaran, PKM berupaya menjalankan fungsinya dalam membantu pemasaran produk UMKM. Meski baru seumur jagung, PKM terus menunjukkan eksistensinya. Karena dalam situasi pandemi Covid-19 ini, para pelaku UMKM sangat kesulitan dalam segi pemasaran.
“Bazar ini memang sedang kami gencarkan, karena dari beberapa kali pelaksanaan bazar ternyata sangat efektif membantu pemasaran produk UMKM yang ikut. Jadi setiap kali bazar kami batasi hanya 10 UMKM, untuk tetap menjaga protokol kesehatan, ” ungkapnya.
Dikatakan dari pengurus PKM memang sangat menginginkan tujuan dari pendirian koperasi yaitu membantu pemasaran produk UMKM yang tergabung menjadi anggota PKM dapat tercapai.
“Anggota kita banyak terbantukan. Dari bazar ini kami juga mendapat selisih dari penjualan, sehingga koperasi juga dapat berkembang, ” katanya.
Hingga saat ini ada sekitar 40 UMKM yang tergabung menjadi anggota PKM. UMKM yang tergabung dari berbagai bidang, mulai dari produk kuliner, produk tekstil, dan lainnya.
“Ada yang pemilik rumah makan, cara kami memasarkan berbeda. Mereka tidak ikut bazar, tapi usahnya yang kami pasarkan, ” ungkapnya.
Untuk saat ini dikatakan pihaknya masih fokus pada pelaksanaan kegiatan bazar untuk pemasaran, sehingga tidak lagi mengembangkan keanggotaan. “Kita merekrut anggota pelan- pelan dulu. Biar mereka yang tergabung kita dorong dulu pemasarannya dan berdayakan, tapi kalau ada yang mau bergabung tetap kami terima, ” tukasnya.
Hal tersebut dikatakan karena tidak mau terlalu menggebu-gebu mengajak semua orang bergabung, namun pada akhirnya tidak dapat membantu pemasaran. Keterbatasan fasilitas menjadi dasar pemikiran untuk membatasi keanggotaan.
Owner Ode.nant Textile ini mengatakan dari segi kualitas produk para UMKM sudah memadai, hanya saja banyak UMKM yang belum memahami pentingnya kemasan yang baik. “Kami di sini mencoba membantu mereka, tapi bukan membina. Kalau ada dari pemerintahan yang mau membina mereka itu akan sangat baik sekali, ” pungkasnya.BWN-03

































