Tabanan, baliwakenews.com
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) mengapresiasi Polres Tabanan usai menetapkan Kadek Dwi Arnata alias Jro Dasaran Alit sebagai tersangka dugaan kasus pelecehan seksual terhadap NCK (22).
Tim Kompolnas dan PPA ingin memastikan penanganan kasus tersebut berjalan dengan baik dan profesional. Selain itu, mereka juga bertemu dengan NCK di ruang Konseling Unit PPA Polres Tabanan.
“Kami datang ke Polres Tabanan untuk melakukan supervisi penanganan kasus yang selama ini viral (pelecehan seksual yang dilakukan Jro Dasaran Alit),” kata Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol. Benny Josua Mamoto, Jumat (13/10).
Benny mengatakan, usai dilakukan penyidikan, tersangka agar segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntun Umum untuk dilakukan persidangan. “Jadi publik bisa mengikuti perkembangan kasus ini. Dan apa yang sebenernya terjadi. Karena sering fakta yang ada di lapangan dengan sosial media tidak sejalan,” ungkapnya.
Benny juga mengapresiasi para pihak terkait yang telah menangani kasus ini. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tabanan berserta jajarannya dan juga Kapolda Bali yang ikut memantau kasus ini. Saya lihat penanganan cukup lancar dan sudah sampai tahap penetapan tersangka,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan KemenPPA RI Ratih Rachmawati mengatakan, pihaknya mendapat tugas tambahan sebagai penyedia layanan rujukan akhir atas kasus kekerasan perempuan dan anak sesuai dengan Perpres Nomor 65 Tahun 2020. Tentunya secara komprehensif dan sesuai dengan kebutuhannya. “Tentunya kami akan melakukan pengawasan dan pendampingan melalui UPTD PPA di Provinsi dan juga Kabupaten,” jelasnya.
Sementara Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, penerapan pasal Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 yang disangkakan kepada Jero Dasaran Alit berdasarkan kelengkapan alat bukti dan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi selama proses penyelidikan. Namun, pihaknya akan terus melakukan pendalaman sehingga nanti kedepannya memungkinkan adanya pemanggilan saksi lainnya.
“Jadi tidak hanya berhenti pada pasal ini saja. Kami akan melakukan koordinasi dengan kejaksaan terkait penerapan pasal lainnya. Tentunya dilakukan dengan profesional sampai dengan tuntas,” ungkapnya.
Leo menambahkan, alasan utama dari tidak ditahannya tersangka Jero Dasaran Alit, mengacu pada undang-undang yang memang sanksi mendapat hukuman di bawah lima tahun. Namun, tetap mewajibkan tersangka untuk melakukan wajib lapor. “Karena memang hukuman dibawah lima tahun dapat untuk tidak ditahan. Tetapi, tetap menjalani wajib lapor seminggu dua kali,” imbuhnya. BWN-01


































