Mangupura, baliwakenews.com
Upaya penanganan sampah di Kabupaten Badung terus didorong agar semakin optimal dan terintegrasi. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, menegaskan dukungannya terhadap pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat (gercep), fokus, dan inovatif dalam menuntaskan persoalan sampah, khususnya di kawasan pariwisata.
Puspa Negara menekankan bahwa persoalan sampah memerlukan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia pun menyatakan siap mengambil peran aktif dalam mendukung langkah-langkah pemerintah, termasuk melalui sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Saya mendukung penuh pemerintah untuk bekerja lebih cepat dan lebih terarah. Saya juga membantu, termasuk turun langsung melakukan sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan penanganan sampah menjadi sangat penting mengingat Badung, khususnya wilayah Kuta, Legian, dan Kuta Selatan, merupakan kawasan pariwisata dengan karakteristik yang kompleks dan dinamis.
Ia menilai, pemerintah telah memiliki komitmen dalam penanganan sampah, namun perlu terus diperkuat dengan langkah yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk pemanfaatan teknologi dan sistem yang lebih modern.
“Dengan karakter kawasan yang kosmopolitan, tentu dibutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif, inovatif, dan terintegrasi lintas sektor,” jelasnya.
Di sisi lain, Puspa Negara juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara regulasi dan pembinaan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kalau sistemnya berjalan baik dan pemerintah hadir memberikan contoh, masyarakat pasti ikut. Ini harus dibangun bersama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran unit teknis sebagai ujung tombak di lapangan, mulai dari peningkatan layanan, pendampingan kepada masyarakat, hingga pengawasan yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol, Puspa Negara mengingatkan bahwa masyarakat juga memiliki hak untuk mengawasi jalannya pemerintahan, termasuk melalui mekanisme Citizen Lawsuit.
“Ini bukan untuk menjatuhkan pemerintah, tapi sebagai pengingat agar semua pihak tetap berada pada jalurnya. Yang utama adalah kita dorong solusi dan perbaikan bersama,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah di Badung dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
“Tujuan kita sama, menciptakan Badung yang bersih, nyaman, dan tetap menjadi destinasi unggulan dunia,” tegasnya.
Dengan berbagai upaya yang terus diperkuat, penanganan sampah di Badung diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu membangun sistem berkelanjutan yang mendukung citra pariwisata Bali ke depan. BWN-04

































