Mangupura, baliwakenews.com
Sebuah TPST kini berdiri di Desa Ungasan yang mampu mengelola sampah per hari hingga 12 ton. TPST yang berdiri di Jalan Goa Gong, Banjar Santhi Karya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPS Suwung.
Hal itu diungkapkan, Ketua LPM Ungasan, Made Nuada Arsana, Selasa (18/3/2025) Menurut Nuada, secara keseluruhan sampah yang dihasilkan masyarakat di Ungasan volumenya kurang lebih 50 ton per hari. “Dengan volume cukup besar ini, kami masih ada kekurangan alat atau mesin incinerator lagi 3-4 alat,” ujarnya.
Pembangunan TPST ini sendiri dimulai pada Juni 2024 dan selesai pada Desember 2024. Dilanjutkan uji coba operasional pada Februari 2025 untuk memastikan efektivitas pengolahan sampah dengan satu unit mesin yang tersedia saat ini. “Untuk lahan TPST ini menggunakan aset tanah milik Desa Adat Ungasan dengan luas kurang lebih 20 are,” akunya.
Sedangkan untuk biaya pembangunan gedungnya bersumber dari APBDES sebesar Rp 1 miliar lebih. Ditambah alatnya, yakni satu alat mesin incinerator seharga Rp 1,5 miliar lebih. Teknologi pengolahan sampah di TPST Karisma menggunakan satu mesin incinerator. Dimana sampah dikumpulkan dari rumah warga atau pelanggan selanjutnya disortir terlebih dahulu oleh tim pemilah di TPST.
Sampah organik dipisahkan untuk uji coba pembuatan kompos, sedangkan residu yang berupa plastik dan yang tidak dapat didaur ulang akan dibakar di mesin incinerator. TPST Karisma memiliki 22 petugas yang bertugas dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah ke lokasi.
Untuk saat ini diakui, pihaknya belum bisa memenuhi keseluruhan masyarakat. Karena masih terkendala terbatasnya sarana dan prasarana yang belum maksimal. Namun dia optimis ke depan pengslolaan sampah di TPST ini akan semakin berkembang dan maju. BWN-04
































