Kutsel, baliwakenews.com
Semenjak gencarnya tracing dan pengawasan serta dilakasanakan vaksinasi, kasus aktif covid-19 di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) menurun drastis. Hal itu diungkapkan Camat Kutsel, Ketut Gede Arta, Kamis (20/5). Gede Arta memaparkan kasus aktif covid-19 di Kutsel memang terus menurun dan semakin melandai. Bahkan data terakhir menunjukan sudah tidak ada lagi desa/kelurahan yang masuk zona merah. Selain itu tiga desa/kelurahan yang ada, bahkan sudah masuk zona hijau.
Hal ini berdasarkan data yang ada per 20 Mei 2021 pasien covid 19 yang dirawat di Kutsel hanya 14 orang. Padahal sebelum vaksinasi jumlahnya selalu di atas 20 kasus. Sedangkan desa/kelurahan yang statusnya zona hijau yaitu, Desa Pecatu, Tanjung Benoa dan Desa Kutuh. Sementara Desa Ungasan masuk zona Kuning dandua Kelurahan yang sebelumnya berada pada zona merah yaitu Benoa dan Jimbaran sudah masuk ke zona orange.
Bahkan kata Gede Arta jika tidak terjadi kasus baru, desa yang masuk zona hijau akan bertambah dari tiga desa sebelumnya. Hal ini dikarenakan ada beberapa pasien yang sudah dirawat selama 14 hari sehingga kemungkinan akan sembuh. Dia menfapresiasi karena kesadaran warga dalam penerapan prokes terus meningkat. Selain itu vaksininasi yang terus gencar dilakukan pemerintah juga dampaknya sangat luar biasa. “Sekarang syukur kasusnya semakin menurun. Ini berkat kerja keras semua pihak,” imbuhnya sembari tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan terus disiplin menerapkan prokes.
“Warga harus saling mengingatkan satu sama yang lainnya agar senantiasa menerapkan prokes. Jangan hanya mengandalkan satgas atau petugas,” ajaknya. Sebab walaupun sudah divaksin penerapan prokes tetap harus dilakukan, karena kemungkinan untuk terpapar virus masih bisa terjadi. “Mari kita tetap perhatikan dan laksanakan prokes dengan baik untuk kesehatan bersama agar pariwisata internasional segera dibuka dan ekonomi kita bisa menggeliat,” harapnya. BWN-04

































