Bualu, baliwakenews.com
Prajuru dan krama Adat Banjar Celuk, Desa Adat Bualu menggelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit di Parahyangan Banjar setempat, Sabtu (10/9/2022). Karya yang dirangkai dengan Mejaya Jaya Prajuru Adat Banjar tersebut juga dihadiri perwakilan PHDI Badung, Dinas Kebudayaan Badung, Bendesa Adat Bualu Wayan Mudita serta para tokoh masyarakat Bualu baik yang duduk di DPRD Bali maupun Badung.
Klian Adat Banjar Celuk Ketut Murdana di sela-sela Puncak Karya tersebut mengatakan pada saat Puncak Karya tersebut diawali dengan pemelastian ke segara. Selanjutnya upacara dilanjutkan Upacara di parahyangan Ida Begawan Penyarikan di banjar celuk dengan upacara mamungkah yang dipuput Ida Pedanda dari Griya Tukub. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pasupati awig-awig yang sudah disempurnakan oleh prajuru dan krama banjar celuk.
Sekaligus dilaksanakan upacara mejaya-jaya bagi seluruh prajuru adat banjar celuk. “Pada tanggal 11 September dilanjutkan dengan upacara pepranian. Seluruh krama banjar celuk akan hadir, dan pada 13 september akan dilaksanakan nyegara gunung sebagai bentuk bahwa selesainya semua rangkaian upacara,” beber Murdana sembari menambahkan sebelumnya rangkaian upacara telah dilaksanakan mulai tanggal 4 dengan penyucian tempat upacara, sarana upacara, dan seluruh krama “lanang istri ngayah”. Tujuan dilaksanakan upacara ini, sambung Murdana adalah sebagai wujud bhakti kepada Ida Sanghyang Widi Wasa. “Semoga dengan upacara ini akan memberikan anugerah baik kerahayuan maupun kerahajengan,” imbuhnya.
Saat ini sambung dia jumlah krama adat di banjar celuk sebanyak 214, ditambah dengan krama tamiu sehingga keseluruhan berjumlah 900 krama. Murdana juga mengajak seluruh krama banjar celuk untuk menjaga kelestarian seni adat dan budaya. Sedangkan dari sisi ekonomi diharapkan Lpd dapat membantu peningkatan kesejahteraan krama dan Lembaga Dinas serta adat bisa bersatu untuk membangun desa.
Sementara itu Ketua Panitia Karya Noman Darmu mengatakan, Karya Dewa Yadnya yang dilaksanakan oleh banjar celuk ini sangat baik. Selain sebagai rasa wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa juga sebagai sarana untuk menyatukan krama agar saguyub segilik seguluk sebayantaka. Sebagai ketua panitia dia merasa bahagia karena seluruh krama bisa bersatu untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya tersebut. “Ini sesuai apa yang ada di catur dresta, ke depan kami harapkan dalam pelestarian adat, budaya dan agama ini, agar bersama-sama mengajegkan catur dresta ini,” harapnya.
Rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih dan Pedudusan Alit ini juga diisi dengan pasupati awig-awig yang sebelumnya sudah disempurnakan oleh prajuru adat bersama krama banjar celuk. Sementara itu Bendesa Adat Bualu, Wayan Mudita mengapresiasi prajuru dan krama Banjar Celuk yang sudah bersatu padu melaksanakan Karya tersebut. Termasuk kepada krama Tamiu yang sudah mendukung pelaksanaan upacara di Banjar Celuk. Dia juga mengajak semua Krama agar senantiasa bersatu dalam membangun ke depannya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada I Nyoman Gemblang selaku Mantan Kelihan Adat Br Celuk periode 1999- 2022 dan Cerati Banten Br Celuk Periode 1988-2022, Ni Wayan Rani. BWN-04
































