Mangupura, baliwakenews.com
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pecatu-Jimbaran tak hanya diharapkan menjadi solusi kemacetan, tetapi juga membuka babak baru perekonomian masyarakat Pecatu. Desa Pecatu mulai menyiapkan warganya agar mampu menangkap peluang usaha yang muncul seiring terbukanya akses baru tersebut.
Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya, mengatakan pembangunan JLS yang menghubungkan Pecatu menuju Jimbaran sepanjang sekitar 10 kilometer saat ini terus berproses. Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (21/8/2026), trase JLS di kawasan Uluwatu sudah masuk cukup jauh ke dalam.
Menurut Karyana Yadnya, terbukanya akses baru tersebut akan membawa perubahan terhadap kawasan Pecatu. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jalan atau pemilik lahan, tetapi ikut mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi yang akan muncul. “Sekarang masyarakat sudah semakin maju. Kesadaran untuk membangun wirausaha secara mandiri juga sudah tumbuh,” ujarnya.
Desa Pecatu pun telah menyiapkan sejumlah program pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat. Pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan agar warga mampu membaca serta memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul seiring pembangunan infrastruktur dan perkembangan pariwisata.
Upaya tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Desa Pecatu juga akan menggandeng Lembaga Perkreditan Desa (LPD) untuk membantu masyarakat dari sisi permodalan. Dengan demikian, warga diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan menjalankan usaha, tetapi juga memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat pembangunan JLS berpotensi mengubah pola aktivitas masyarakat di sepanjang jalur baru. Berbagai kebutuhan masyarakat maupun wisatawan nantinya dapat menjadi peluang bagi tumbuhnya usaha lokal.
Karyana Yadnya juga berharap masyarakat tidak terburu-buru menjual lahan yang dimiliki di sepanjang jalur JLS. Menurutnya, kesadaran masyarakat Pecatu mengenai semakin terbatasnya lahan saat ini mulai tumbuh.
Warga mulai menyadari bahwa lahan semakin sulit diperoleh, baik untuk disewa maupun dibeli. Karena itu, lahan yang dimiliki dinilai lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang dapat memberikan penghasilan jangka panjang.
Di sisi lain, Karyana Yadnya mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mendirikan bangunan terlalu dekat dengan badan jalan. Penataan kawasan sejak awal diperlukan agar JLS tidak hanya berfungsi sebagai jalur kendaraan, tetapi juga memiliki pedestrian yang baik dan menarik.
“Kami berharap masyarakat tidak buru-buru membangun terlalu ke depan. Nanti bisa ditata pedestrian yang bagus dan indah, sehingga wisatawan semakin tertarik datang ke Pecatu,” katanya.
Dukungan Warga Jadi Modal Pembangunan
Karyana Yadnya membenarkan pembangunan JLS saat ini tengah berjalan. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat, terutama para pemilik lahan yang berada di jalur pembangunan.
Meski lahan masyarakat dihargai berdasarkan hasil appraisal, menurutnya, dukungan warga terhadap pembangunan patut diapresiasi. Dukungan tersebut tidak hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan generasi berikutnya.
“Ini untuk masa depan anak cucu kita. Kemacetan yang terjadi selama ini di Pecatu harus kita selesaikan bersama melalui kolaborasi pemerintah kabupaten dan desa,” ujarnya.
Bagi Desa Pecatu, pembangunan JLS pada akhirnya bukan sekadar menghadirkan akses baru dari Pecatu menuju Jimbaran. Jalan tersebut diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang melibatkan masyarakat lokal.
Warga Pecatu diharapkan dapat mengambil peran langsung dalam perkembangan kawasan, bukan hanya melalui kepemilikan lahan, tetapi juga menjadi pengusaha dan penyedia berbagai kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.
Berkembangnya kewirausahaan lokal juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dengan masyarakat memiliki sumber penghasilan dari usaha sendiri, tekanan untuk menjual lahan warisan dapat ditekan.
Dengan demikian, pembangunan JLS diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses dan kemacetan, tetapi juga membantu menjaga aset serta warisan leluhur Pecatu agar tetap dapat dipertahankan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. BWN-04

































