Mangupura, baliwakenews.com
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-23 SIP School, Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri gerakan bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon yang digelar di Wantilan Pura Sad Kahyangan, Desa Adat Legian, Kuta, Rabu (14/10). Mengusung tema “Green Our Environment”, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menanamkan kecintaan alam sejak usia dini.
Kegiatan lingkungan hidup ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Ketua Yayasan SIP School I Nyoman Sarjana, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung Ni Wayan Astikawati, serta Lurah dan Bendesa Adat Legian.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak yayasan, Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh orang tua murid atas terselenggaranya kegiatan yang sangat positif serta bermakna ini. Ia menekankan bahwa menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas yang berwawasan budaya berkelanjutan.
“Kita tidak hanya menanam pohon, harapan kita bersama, bagaimana pohon-pohon ini dapat tumbuh menjadi pohon harapan sekaligus membentuk kultur peduli lingkungan pada diri anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Tidak sekadar seremonial belaka, gerakan ini menegaskan komitmen bersama antara pihak sekolah, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata termasuk manajemen perhotelan di kawasan Kuta, serta masyarakat luas. Seluruh pihak berkomitmen saling bekerja sama merawat pohon yang telah ditanam agar tumbuh asri, memberikan kesejukan, kenyamanan, sekaligus menjadi kebanggaan bagi wisatawan maupun warga setempat.
Sebanyak 170 anak PAUD turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang penuh keceriaan ini. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan sumbangan bibit pohon secara simbolis dari para orang tua murid, serta penampilan kreatif dari siswa di atas panggung. Melalui pendekatan edukasi yang menyenangkan, anak-anak diajak tidak hanya untuk belajar mencintai alam sekitar, tetapi juga melatih rasa kepercayaan diri serta keberanian untuk berprestasi sejak dini.
Gerakan peduli lingkungan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara konsisten dan menjadi sumber inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di wilayah Badung, sehingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup dapat tumbuh tumbuh dan terjaga bersama generasi penerus bangsa.BWN-HB
































