Mangupura, baliwakenews.com
Memasuki hari kedua operasi pencarian dua pria yang diduga terseret arus di Pantai Green Bowl, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan modern untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Selain melakukan penyisiran melalui jalur laut dan darat, tim juga menerbangkan drone thermal serta menggunakan alat pendeteksi bawah air AquaEye guna membantu mendeteksi keberadaan korban yang hingga Selasa (30/6/2026) sore masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan operasi hari kedua dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas.
SRU laut melakukan penyisiran menggunakan rubber boat Basarnas dengan cakupan sekitar 4,33 nautical mile persegi. Sementara SRU darat menyisir garis pantai ke arah timur dan barat dengan total lintasan sekitar 3,34 kilometer. Pemantauan dari udara dilakukan menggunakan drone thermal untuk mengawasi area yang sulit dijangkau.
“Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut, darat, dan udara agar area pencarian lebih luas dan peluang menemukan korban semakin besar,” ujar Sidakarya.
Meski cuaca di lokasi tergolong cerah berawan dengan kondisi laut pasang dan angin bertiup dari timur ke barat berkekuatan 2–6 knot, hingga pukul 14.23 WITA belum ada tanda-tanda keberadaan kedua korban.
Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 WITA dengan mempertimbangkan situasi di lapangan. Sidakarya menjelaskan, pencarian sudah dilakukan sejak Senin (29/6), namun belum membuahkan hasil sehingga pada hari kedua area pencarian diperluas berdasarkan analisis pergerakan arus laut dan arah angin.
Kedua korban diketahui bernama Roni Firmansyah (24) dan Dimas Hilman Hafizudin (21), buruh asal Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka diduga terseret arus saat berenang di Pantai Green Bowl pada Minggu (29/6) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu, tiga rekannya sedang mencari kepiting di sepanjang pantai. Besarnya gelombang membuat kedua korban hilang dari pandangan meski sempat dimintakan pertolongan.
Operasi hari kedua melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Balawista Pantai Pandawa, Banser Tanggap Bencana, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Di akhir keterangannya, Sidakarya kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai selatan Bali yang dikenal memiliki arus dan gelombang cukup kuat.
“Dalam sebulan terakhir, penanganan yang kami lakukan didominasi kejadian di perairan, mulai dari perahu terbalik, terseret arus, hingga wisatawan yang terjebak di tebing pantai. Masyarakat diharapkan lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai,” tegasnya. BWN-04

































