Denpasar, baliwakenews.com – Memasuki bulan suci Ramadan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Bali mengalami lonjakan drastis. Kenaikan harga ini membuat para pedagang dan konsumen mengeluhkan beban biaya belanja yang semakin tinggi.
Berdasarkan pantauan di beberapa pasar, seperti Pasar Badung, Pasar Kreneng dan Pasar Darmasaba, Badung, harga cabai rawit merah melambung Rp125 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting juga menyentuh angka Rp120 per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Badung, Made Sulastri, mengaku kesulitan menjual cabai karena pelanggan banyak yang mengeluh. “Biasanya pelanggan beli setengah kilogram atau satu kilogram, sekarang banyak yang cuma beli seperempat kilogram karena harganya mahal,” ujarnya.
Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya permintaan selama bulan puasa, berkurangnya pasokan akibat cuaca buruk, serta meningkatnya biaya distribusi dari petani ke pasar.
Sementara itu, konsumen berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga cabai agar tidak semakin memberatkan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. BWN-01

































