Bualu, baliwakenews.com
Adat atau tradisi harus senantiasa kokoh berdiri sendiri tidak terkontaminasi kepentingan politis ,karena bagaimanapun adat istiadat atau dresta di masing-masing desa itu berbeda, namun semua memiliki hikmah dan tujuan untuk mengayomi masyarakat di wilayah tersebut. Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa saat menghadiri Dharma Shanti ke XVI Desa Adat Bualu Kuta Selatan yang dirangkai dengan pementasan perdana tari maskot Desa Adat Bualu Padma Kesara di lapangan eks Tragia Nusa Dua, Minggu 10 April 2022.
Lebih lanjut politisi tiga periode menjadi anggota DPRD Badung tersebut menyampaikan, pihaknya hadir pada Dharma Shanti ini atas undangan yang disampaikan kepadanya selaku wakil rakyat di DPRD Badung.”Kami bagian pemerintah Kabupaten Badung khususnya wakil rakyat sangat mengapresiasi kegiatan Desa Adat Bualu ini sebagai bukti nyata bahwasannya Desa Adat Bualu memiliki apresiasi terhadap dresta adat dan budaya,”ujarnya.
Wayan Suyasa juga mengatakan apa yang telah dilaksanakan Desa Adat Bualu ini dapat diketoktularkan pada desa adat yang lain khususnya yang ada di Kabupaten Badung. “Minimal yang dilakukan oleh desa adat yang lain adalah ciri khas atau potensi sesuai wilayah masing-masing, sesuai Desa mawicara harus dilestarikan,”harapnya.
Suyasa yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung ini secara khusus berharap adat harus senantiasa kokoh berdiri sendiri tidak terkontaminasi kepentingan politis. “Karena bagaimanapun adat istiadat atau dresta di masing -masing desa itu berbeda, karena semua memiliki hikmah dan tujuan untuk mengayomi masyarakat di wewidangan tersebut,”tegasnya.
Seperti diketahui , sebelumnya Wakil Ketua DPRD Badung I Wayan Suyasa juga telah memberikan dana motivasi untuk pembuatan tari Maskot Desa Adat Bualu Padma Kesara sebesar Rp 15 juta yang diserahkan beberapa waktu lalu di kantor Desa Pecalang Desa Adat Bualu.
Dalam Dharma Shanti XVI Desa Adat Bualu dengan tema “Teja Ikang Rat” yang bermakna “Cahaya Dunia” bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar krama Desa Adat Bualu, juga dirangkai dengan pemberian cinderamata dan piagam Dresta Kesuma kepada pinisepuh dan para seniman/seniwati Desa Adat Bualu yang berjasa di bidang seni, adat, agama dan budaya. Dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri Sekda Adi Arnawa Anggota DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Anggota DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya dan Wayan Rawan Atmaja, anggota DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana, Nyoman Kariana, Made Reta, Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Artha, Lurah Bualu Wayan Karang Adnyana, Bendesa Adat Bualu Wayan Mudita, tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Bualu.BWN-05

































