Hadapi Tantangan Global, Kemenpar Andalkan BBTF 2026 untuk Perluas Pasar Pariwisata

Iklan Home Page

Nusa Dua, baliwakenews.com

Di tengah tekanan dinamika global yang memengaruhi pergerakan wisatawan dunia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menempatkan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 sebagai instrumen strategis untuk memperluas pasar sekaligus menjaga daya saing pariwisata Indonesia.

BBTF dinilai tidak lagi sekadar ajang promosi, tetapi menjadi platform penting untuk mendorong transaksi bisnis internasional dan memperkuat positioning Indonesia di kancah global, terutama dalam situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan capaian sektor pariwisata pada 2025 menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan ke depan. Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh 10,8 persen, dengan devisa mencapai 18,27 miliar dolar AS.

Baca Juga:  Disinyalir Berupaya Mengalihkan Isu, Krama Desa Adat Pererenan Layangkan Somasi

“Momentum ini harus kita jaga dan tingkatkan. BBTF 2026 menjadi salah satu platform kunci untuk mendorong kualitas pariwisata Indonesia,” ujarnya di sela-sela Road to BBTF 2026 di Nusa Dua, Senin (30/3/2026).

Sebagai langkah konkret, Kemenpar menghadirkan pembeli internasional dari berbagai pasar potensial seperti Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Afrika. Selain itu, program familiarization trip juga difasilitasi agar para buyer dapat merasakan langsung pengalaman destinasi di Indonesia, sehingga mendorong terjadinya transaksi riil.

Tak hanya memperkuat pasar global, Kemenpar juga mengoptimalkan konsep “Bali and Beyond” untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan di luar Bali.

Baca Juga:  Saat Hadiri Pujawali Pura Panti Pasek Gelgel, Suyasa Siap Fasilitasi Aspirasi Krama Desa Adat Bualu

Sejalan dengan tema BBTF 2026, “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage”, event ini juga diarahkan untuk memperkuat identitas pariwisata berbasis budaya dan keberlanjutan.

Dalam menghadapi situasi global, Kemenpar menerapkan strategi adaptif dengan menggeser fokus pasar ke kawasan Asia sebagai langkah jangka pendek. Negara seperti Malaysia, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga India menjadi prioritas utama dalam upaya mengejar target 16–17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.

Baca Juga:  Terapkan Disiplin Prokes di Badung, Bupati Giri Prasta Kedepankan Edukasi Daripada Pengenaan Denda

“Kondisi global menuntut kita untuk bergerak cepat dan adaptif. BBTF menjadi salah satu instrumen penting untuk menjawab tantangan tersebut,” tegas Ayu Marthini.

Kemenpar optimistis, melalui sinergi pemerintah, pelaku industri, dan media, BBTF 2026 akan mampu memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mendorong peningkatan kualitas pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

“BBTF 2026 kami harapkan menjadi momentum besar untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR