Gelombang Tinggi Ancam Perairan Bali, BBMKG Imbau Nelayan dan Operator Wisata Tunda Aktivitas

Iklan Home Page

Kuta, baliwakenews.com

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali yang diperkirakan berlangsung pada 27–30 Januari 2026. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan nelayan, pelayaran, serta aktivitas wisata bahari.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa perairan selatan Bali dan selat-selat utama menjadi wilayah yang perlu diwaspadai. Tinggi gelombang di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Bali diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Rapat Paripurna Ke-2 dan Ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2024 DPR

“Kondisi ini berbahaya, terutama bagi nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil,” ujar Cahyo Nugroho, Senin (26/1/2026).

Selain wilayah selatan, perairan utara Pulau Bali dan Selat Lombok bagian utara juga berpotensi mengalami peningkatan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Meski lebih rendah, kondisi tersebut tetap dapat mengganggu pelayaran dan aktivitas wisata laut.

Cahyo menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh dominasi angin barat hingga utara dengan kecepatan 5–25 knot. Kombinasi angin kencang dan kondisi laut ini meningkatkan risiko kecelakaan di laut, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Pra Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022  

BBMKG mencatat, perahu nelayan mulai berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berpotensi terdampak pada gelombang 1,5 meter, sementara kapal penyeberangan jenis ferry berisiko tinggi jika gelombang mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 21 knot.

Seiring kondisi tersebut, BBMKG mengimbau nelayan agar mempertimbangkan kembali aktivitas melaut, khususnya di perairan selatan Bali. Operator kapal penyeberangan dan pelaku wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan jadwal operasional dengan perkembangan cuaca.

Baca Juga:  Wakil Ketua I DPRD Badung Buka Kejuaraan Bima Sakti Cup IX

“Masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku wisata bahari diharapkan rutin memantau informasi cuaca maritim dari BMKG. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Cahyo.

BBMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca laut bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, pembaruan informasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR