FTP Unwar Tata Pura Tap Sai, Agar Ramah Disabilitas

FTP Unwar Tata Pura Tap Sai Agar Ramah Disabilitas

Tim FTP Unwar saat melakukan sosialisasi penataan Pura Tap Sai

Karangasem, baliwakenews.com

Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa  (FTP Unwar) melakukan penataan Pura Pajinengan Gunung Tap Sai, agar mampu menampung jumlah pengunjung secara optimal dan tentunya aman juga bagi para penyandang disabilitas. Hal ini menurut Dosen FTP Unwar, I Nyoman Warnata, karena pura yang terletak di Dusun Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem – Bali ini, semakin hari semakin banyak dikunjungi umat Hindu dari berbagai daerah.

Warnata menuturkan, Pura Pajinengan Gunung Tap Sai, yang lebih dikenal dengan Pura Tap Sai terletak di lereng barat laut Gunung Agung. Umat yang tangkil ke pura untuk memohon keselamatan dan anugerah. Tap Sai berasal dari kata matapa sai sai (bertapa atau semedi setiap hari). Pada halaman utama (utamaning mandala) Pura Tap Sai juga ada pelinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon (alami) yang dipercaya umat sebagai tempat memohon anak atau keturunan, jodoh, segala permasalahan kesehatan, memohon obat, dan juga rejeki.

Baca Juga:  Sudirta Temui Korban Banjir di Sidemen Penyengker dan Pelinggih Longsor

Lebih lanjut diceritakan, setelah persembahyangan di mandala utama, maka setiap umat/pemedek akan diberikan seikat dupa (11 batang) untuk melakukan permohonan khusus di Lingga Yoni alami tersebut. ” Selain LinggaYoni, juga ada 3 palinggih utama untuk memuja Dewi Sri, Dewi Rambut Sedana, dan Dewi Saraswati. Keberadaan pura ini di tengah hutan sehingga suasana alamnya tenang, damai, dan sakral. Oleh karena itu pura ini juga menjadi daya tarik masyarakat baik untuk kegiatan spiritual maupun untuk berwisata, ” tuturnya.

Baca Juga:  Kepala Kantor Basarnas Bali Kunjungi SPKKL Karangasem

Dengan jumlah masyarakat yang berkunjung ke Pura Pajinengan Gunung Tap Sai semakin meningkat, maka perlu adanya penataan mandala pura agar mampu menampung jumlah pengunjung secara optimal dan aman juga bagi para penyandang disabilitas. “Mengingat kondisi mandala pura yang cukup tinggi seperti terasering karena kontur tanah yang miring. Perlu dilakukan penataan, ” ucapnya.

Berdasarkan permasalahan di atas maka tim FTP Unwar melakukan pengabdian pada tahun ke-2 ini melalui Program Kemitraan Masyarakat. “Metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah melalui desain detail konservasi pura. Pengumpulan data berupa penjajakan ke Pura Pajinengan Gunung Tap Sai untuk memperoleh data dalam proses desain detail konservasi pura, ” tuturnya.

Baca Juga:  Sudirta Pacu Semangat Tim Pemenangan Dana-Dipa

Lebih lanjut dikatakan, desain detail pura dibuat agar lebih unik atau khas termasuk desain bangunan penunjang dan material pelinggih serta sirkulasi bagi para penyandang disabilitas. “Selain itu, kami juga melakukan jajak pendapat/wawancara dan sosialisasi untuk mengoptimalkan desain detail konservasi Pura Pajinengan Gunung Tap Sai,” pungkas Warnata. *BWN-03

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: