Mangupura, baliwakenews.com
DI Indonesia masih mengalami permasalahan berkaitan dengan gangguan pengelihatan. Sebagian besar gangguan pengelihatan terjadi diakibatkan oleh katarak. Katarak merupakan proses penuaan dimana lensa mata yang jernih mengalami kekeruhan alami yang dirasakan seperti berkabut, sehingga fokus cahaya yang masuk ke mata akan terhalang. Kekeruhan yang terjadi dapat menyebabkan tajam pengelihatan menurun dan beriring jalannya waktu dapat terjadi kebutaan jika tidak ditangani.
Menurut dr. Nyoman Yuni Suryani Dharmaputri Pinatih, Katarak seringkali berkembang secara perlahan dan tanpa rasa sakit, sehingga penglihatan dan gaya hidup dapat terpengaruh tanpa disadari oleh seseorang. Gejala yang dapat dialami pasien penderita katarak, antara lain : Pengelihatan menjadi buram saat melihat suatu objek jauh maupun dekat. Melihat objek dapat terlihat seperti ganda. Sensitif terhadap cahaya. Kesulitan melihat pada malam hari. Hilangnya kemampuan membedakan warna. Pada saat melihat sinar akan muncul lingkaran cahaya pada penglihatan.
Lebih lanjut dijelaskan, mayoritas katarak berkaitan dengan usia, yang dimana pada lensa mata menjadi keruh ataupun buram. Namun, ada faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan katarak, seperti : Diabetes atau peningkatan gula darah, penggunaan obat steroid, paparan sinar UV, merokok, pengobatan dengan kemo dan radiasi, riwayat operasi pada mata, riwayat trauma pada mata dan riwayat mengalami penyakit mata lainnya. ”Untuk mengetahui pasien mengalami katarak, harus dilakukan pemeriksaan mata yang komprehensif, seperti : Pemeriksaan tajam pengelihatan Pemeriksaan dengan slit lamp serta Pemeriksaan retina mata.
Pemeriksaan lebih lanjut bisa diperlukan untuk mengukur seberapa besar katarak mempengaruhi pengelihatan dan untuk mengevaluasi penyakit lainnya yang berhubungan dengan katarak.
Apabila katarak sudah mempengaruhi pengelihatan, langkah pengobatan yang efektif untuk mengatasi katarak adalah operasi,”ujarnya.
Dokter asa Desa Pecatu, Kuta Selatan ini juga mengatakan, operasi dilakukan dengan mengangkat lensa yang keruh dan diganti dengan lensa mata buatan yang bening. “Operasi katarak biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal. Tindakan dilakukan secara one day care , yang artinya setelah dilakukan operasi pasien dapat langsung pulang tanpa harus rawat inap di rumah sakit. Tidak ada pengobatan yang bisa mencegah atau memperlambat perkembangan katarak, tetapi ada pencegahan sederhana yang dapat dilakukan meliputi: Mengurangi paparan sinar matahari melalui lensa pemblokir UV. Mengurangi atau berhenti merokok. Meningkatkan konsumsi vitamin antioksidan dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran berdaun hijau dan mengonsumsi suplemen nutrisi,”ungkapnya. BWN-05
dr. Nyoman Yuni Suryani Dharmaputri Pinatih


































