Mangupura, Baliwakenews.com
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, SH., MH mendukung penguatan pengamanan terpadu di kawasan pariwisata Badung menyusul maraknya kasus kriminalitas yang belakangan terjadi. Menurutnya, sektor keamanan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga citra pariwisata sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Hal tersebut disampaikan Gusti Anom Gumanti saat diwawancarai usai penyerahan bantuan sosial Hari Raya Waisak, Kamis (28/5) di Kuta.
“Ini sangat jelas yang kita butuhkan karena merupakan akses dari pariwisata. Kami berharap ini disambut baik oleh Pak Bupati untuk kemudian dibuatkan formulasinya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pelibatan seluruh unsur keamanan di masyarakat melalui pola pengamanan terpadu. Menurutnya, sistem tersebut harus melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah hingga komponen keamanan adat seperti pecalang dan jagabaya.
“Kalau bisa dirajut dalam satu titik yaitu pengamanan terpadu. Jadi ada TNI, Polri, instansi pemerintah dan unsur masyarakat. Jika di lapangan ada kendala, penyelesaiannya dilakukan sesuai sektor dan bidang masing-masing,” katanya.
Politisi asal Kuta itu juga mendorong agar konsep pengamanan terpadu tersebut nantinya diperkuat melalui regulasi yang jelas sehingga memiliki pola kerja dan metode yang terukur antarinstansi terkait.
“Saya tentu mendukung. Kalau formulasinya sudah ada, bila perlu dibuatkan semacam regulasi terkait metode dan polanya karena ini melibatkan banyak instansi,” tegasnya.
Terkait kondisi keamanan di kawasan Kuta saat ini, Gusti Anom menilai situasi relatif lebih stabil dibanding beberapa tahun sebelumnya. Ia menyebut kasus kriminal seperti jambret dan copet kini sudah jauh berkurang, meski tetap diperlukan kewaspadaan karena kawasan pariwisata memiliki dampak positif dan negatif.
“Dulu urusan jambret dan copet hampir tiap hari. Sekarang sudah jauh berkurang. Tetapi sekecil apapun gangguan keamanan harus tetap ditanggulangi dengan keterlibatan masyarakat,” ucapnya.
Ia optimistis masyarakat akan mendukung langkah pengamanan terpadu tersebut, termasuk jika nantinya diperlukan patroli keamanan rutin di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, desa adat di Badung, khususnya di Kuta, juga sangat siap mendukung kebutuhan personel pengamanan melalui keberadaan pecalang dan jagabaya.
“Kalau masalah kekurangan personel, saya kira tinggal diformulasikan saja. Desa adat sangat siap karena memiliki komponen keamanan yang cukup banyak seperti jagabaya dan pecalang,” pungkasnya. BWN-05





























