Ditembak Polisi, Jambret Asal Banyuwangi Meringis Kesakitan  

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Rohmat (40) hanya bisa duduk di atas kursi roda. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu ditembak polisi usai menjambret tas turis asing. Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Made Teja Dwi Permana, didampingi Kanit Reskrim AKP Made Putra Yudistira mengatakan, tersangka yang kos di Sesetan, Densel ini, menyambret seorang perempuan asal Prancis, Noemie Chloe Sancelme (34).

Awalnya korban sedang bersepeda di Jalan Sekar Waru, Sanur Kauh, Densel, Selasa (9/8) sekitar pukul 10.45. Korban yang menginap di salah satu vila di Jalan Tanjung, Sanur Kauh itu menaruh tas berisi barang berharganya di keranjang depan sepedanya. “Di dalam tas berisi uang tunai Rp 1,4 juta, kartu kredit BCA dan perlengkapan ke pantai,” kata Permana, Senin (15/8).

Baca Juga:  Di Balik Gemuruh “Blanjong”, Putri Koster dan Upaya Menghidupkan Ruh Sejarah Bali di Panggung Kertha Sabha

Saat kejadian, korban hendak ke Pantai Mertasari. Setibanya di lokasi, korban dipepet oleh tersangka dari arah belakang. Tersngka melakukan aksinya seorang diri dengan mengendarai motor. “Korban berupaya mengejar tersangka dan berteriak minta tolong. Karena jalan sepi, tersangka dengan aman kabur dari lokasi,” beber Permana.

Baca Juga:  Gubernur Koster Akan Pangkas 4 OPD Lagi Wujudkan Reformasi Birokrasi

Permana mengatakan, setelah kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Densel, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Dan tersangka ditangkap saat melintas di Jalan Raya Sesetan arah ke Jalan Diponegoro, Pesanggaran. “Selanjutnya dilakukan pengembangan. Dan tersangka berupaya melakukan perlawanan dan kaki kirinya lantas ditembak oleh anggota kami,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka mengaku melakukan aksi jambret sebanyak dua kali. Dia melakukan tindakan terdebut karena butuh uang untuk biaya sekolah anaknya. “Usai menjambret, pakaian dan kartu kredit korban saya buang di hutan mangrove Benoa. Sedangkan tas berisi uang dan kacamata saya bawa pulang,” ucap Rohmat, sembari meringis kesakitan.

Baca Juga:  Diduga Tak Punya Biaya Pengobatan Anak, Buruh Proyek Akhiri Hidup

Tersangka mengatakan, menjambret saat ada kesempatan. “Saat melihat jalanan sepi saya langsung beraksi. Sekitar tiga bulan lalu saya pernah menjambret di Jalan Pengembak, Sanur,” tegasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR