Penarungan, baliwakenews.com
Prediksi mantan Presiden RI, Megawati Sukarnoputri saat membuka Pawai Pesta Kesenian Bali Ke 45 terkait kekeringan disejumlah wilayah di Indonesia semakin nyata di Bali. Beberapa Minggu terakhir ratusan hektar sawah di wilayah Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi Badung mengalami kekeringan. Padahal petani di subak Penarungan saat ini menanam padi.
Hal itu pun dipastikan saat ini banyak petani yang akan mengalami gagal panen padi. Mengingat tidak ada sama sekali air yang mengalir di saluran irigasi di Subak Penarungan
Pekaseh Subak Penarungan, Badung, I Made Suka mengatakan ada 266 hektar lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Kekeringan itu terjadi karena tanggul di aliran Tukad Yeh Penet sejak 8 Juli 2023 jebol sehingga, aliran air ke areal pertanian di Subak Penarungan terputus total.
Petani subak yang memiliki tanaman padi terancam tidak dapat tumbuh dengan baik atau kemungkinan akan gagal panen.
“Kalau kondisinya seperti itu (kering -red) sudah pasti akan.mengalami gagal panen,” kata Pekaseh Subak Penarungan, Badung, I Made Suka.
Pihaknya mengakui jika saat ini tidak ada air yang mengalir ke saluran irigasi di Subak Penarungan. Namun ada beberapa yang sawah yang lokasinya dekat dengan Anggungan yang mendapat air. Hanya saja petani harus melakukan penyedotan dengan mesin.
“Kalau dilihat memang padi masih hijau. Namun kerdil-kerdil. Namun banyak anggota Subak yang areal persawahanya jauh dari areal aliran sungai terpaksa merelakan areal persawahannya kekeringan,”ujarnya.
Pihaknya mengaku kekeringan terjadi karena tanggul di aliran Tukad Yeh Penet jebol sehingga air tidak ada yang mengalir ke Subak Penarungan. Akibat kejadian itu, Suka juga belum mengetahui kapan akan diperbaiki dan bisa mengalirkan air ke subak Penarungan.
“Kalau kerusakan itu ranah BWS Bali Penida. Namun untuk bencana ini kita juga akan berkoordinasi dengan pemerintah,” imbuhnya. BWN-05

































