Mangupura, baliwakenews.com
Masyarakat Bali diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III mengungkapkan, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan Bali.
Menurut Prakirawan BBMKG, I Made Sudarma Yadnya, fenomena ini dipicu oleh pergerakan Monsun Australia, yakni angin kering yang bertiup dari benua Australia menuju Asia akibat perbedaan tekanan udara.
“Angin timuran dari Australia ini diperkuat oleh perbedaan suhu antara daratan dan laut. Ini memicu peningkatan kecepatan angin dan membentuk awan hujan disertai angin kencang,” jelas Yadnya, Kamis (31/7/2025).
Hasil pantauan Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencatat kecepatan angin harian sejak 28 Juli 2025 berkisar antara 16 hingga 21 knot. Sedangkan angin kencang didefinisikan jika melebihi 25 knot atau sekitar 45 km/jam.
Selain angin, gelombang laut tinggi juga mengintai perairan Bali. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain, Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, Perairan utara dan selatan Bali Gelombang laut berpotensi mencapai lebih dari 2 meter, yang cukup berisiko bagi pelayaran kapal kecil dan aktivitas wisata bahari.
BBMKG mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat cuaca berangin. Pohon tumbang atau kerusakan ringan pada bangunan bisa terjadi jika angin kencang meningkat.
Bagi nelayan dan operator wisata laut, keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. Penjadwalan ulang atau evaluasi aktivitas laut sangat disarankan, terutama dalam 3–5 hari ke depan.
“Kami akan terus memperbarui informasi jika terjadi perubahan atmosfer signifikan. Masyarakat tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada dan bijak dalam mengambil keputusan,” tegas Yadnya. BWN-04


































