Denpasar, baliwakenews.com
Pandemi Corona Virus Deasis 2019 ( Covid-19) di seluruh dunia, berdampak besar bagi perekonomian. Banyak kerajaan bisnis runtuh, termasuk sejumlah koperasi di Bali yang mulai kesulitan likuiditas. Tokoh Gerakan Koperasi di Bali, I Gede Indra Dewa Putra, Kamis (28/5) ditemui di Kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar mengatakan, untuk bisa bertahan ditengah resesi ekonomi akibat Covid-19 ini koperasi harus solid di dalam.
“Gerakan koperasi memiliki keunggulan dibandingkan sektor lainnya, yaitu dari, oleh dan untuk anggota. Ditengah krisis ini kunci utamanya, koperasi harus kembali ke jatidiri itu sehingga bisa solid di dalam,” tandas Mantan Kepada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali tersebut.
Diakui Gede Indra, kondisi perekonomian saat ini menjadi tantangan berat bagi semua sektor termasuk koperasi. “Jangankan koperasi, konglomerat terbesar dunia pun banyak yang pailit,” tukasnya.
Tapi koperasi dengan memiliki keunggulan komparatif dari, oleh dan untuk anggota tersebut seharusnya anggota dapat lebih berperan. Bila koperasi kekurangan dana maka anggota secara gotong royong dapat melakukan penguatan modal. Namun dilapangan banyak koperasi yang mayoritas anggotanya bergerak di sektor pariwisata, sehingga anggota tidak sanggup menambah modal. Maka prinsip kerjasama antara koperasi dapat dijalankan.
“Saya dengar banyak koperasi yang rugi dan kesulitan likuiditas, tapi banyak juga yang kelebihan dana sehingga kesulitan untuk menyalurkan. Ini perlu kerjasama antara koperasi, yang kelebihan dana memberikan dukungan pendanaan pada koperasi yang kekurangan dana,” papar penerimaan penghargaan Satya Lencana Wira Karya, dari Presiden Jokowi saat peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2019 lalu.
Gede Indra menambah, peran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali serta Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali untuk memfasilitasi dua golongan koperasi tadi sangat dibutuhkan. “Harus segera dilakukan langkah-langkah pendampingan, pemberdayaan dan penguatan pada koperasi yang sudah menunjukkan tanda-tanda merugi,” ucap pria yang saat ini menjabat Asisten bidang Pemerintahan dan kesra Setda Provinsi Bali tersebut.
Disisi lain dikatakan Kementerian Koperasi dan UKM juga mengeluarkan surat edaran terkait pemberian relaksasi kredit bagi anggota diantara memperpanjang jangka waktu pembayaran, suku bunga diturunkan dan pengurangan denda.* BW-09

































