Cerita Made Bagus Jeevan Mugos Lofty Usai Juara di Malaysia ; Kaget Saat Dipanggil dan Namanya Dielu-elukan di Sekolahnya

Iklan Home Page

Jimbaran, baliwakenews.com

Baru-baru ini Timnas Sepakbola Pelajar Indonesia U10 sukses merengkuh juara Asian Soccer Championship (ASC) 2023 di Penang, Malaysia. Ternyata, mayoritas skuad timnas muda itu berasal dari SSB MIFA Bali. Sepulang ke Tanah-Air, seluruh pemain pun disambut suka cita, bahkan diberikan penghargaan serta apresiasi oleh pihak sekolah masing-masing.

Salah satunya cerita Made Bagus Jeevan Mugos Lofty. Siswa SD Widiatmika Jimbaran, Badung ini secara khusus dipanggil ke depan oleh salah satu guru di sekolahnya saat waktu sengang. Kemudian guru yang ditenggarai Guru PJOK bernama Pak Karinu didampingi Humas Widiatmika School, Miss Citra tersebut mengumumkan kenapa Jeevan dipanggil di hadapan murid-murid sekolah.

Sang guru pun menjelaskan prestasi Jeevan yang membanggakan itu. Sontak murid-murid yang menyaksikan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Jeevan. Dan pihak sekolah pun berpesan kepada murid-muridnya agar terus menggapai cita-cita dan prestasi baik itu di bidang akademis maupun non akademis, salah satunya prestasi di bidang olahraga seperti yang diraih oleh Jeevan.

Baca Juga:  Jajal Pra-PON Voli, Hanya Kirim Tim Putra Dengan Kekuatan 14 Pemain

Menurut penuturan ibunda dari Jeevan, Ni Luh Gede Agustini, Jeevan mengaku kaget dan terharu ketika namanya dipanggil di hadapan seluruh murid. Kata Agustini, respon dari pihak sekolah terutama wali kelasnya (bapak Gung Kayan-red) sangatlah mendukung saat Jeevan izin sekolah. Begitu juga saat Jeevan datang dari Malaysia. “Pihak sekolah sangat menghargai dan bangga atas prestasi anak didiknya diluar akademik. Sampai mengumpulkan semua siswa dari kelas I sampai VI di halaman sekolah. Bahwa Jeevan menang turnamen sepak bola di Malaysia mewakili Indonesia,” jelas Agustini.

Baca Juga:  Cabor Biliar Majukan Jadwal Pertandingan, Ini Alasannya

Agustini pun menerangkan jika ia dan suaminya sangat total mensupport Jeevan di bidang sepakbola ini. Bahkan, ia sendiri mendampingi putranya saat berlaga di Malaysia. “Iya, saya sendiri yang diminta Ayahnya mendampingi Jeevan. Karena menurut kami usia U10 tahun masih butuh pendampingan orang tua, apalagi tanding di luar negeri,” ujarnya.

“Jeevan suka bola di usia 8 tahun saat itu pandemi Covid-19 dan sangat mengidolakan Marselinho Ferdinan (pemain timnas senior dan U23-red). Kakaknya juga suka bola. Jadi saya pikir anak saya harus memiliki hobi yang positif saat masa pandemi. Agar waktunya benar-benar bermanfaat ke arah yang positif. Sebelumnya Jeevan mengikuti SSB Ungasan dan akhirnya pindah ke MIFA Bali,” sambungnya.

Baca Juga:  Kodrat Denpasar Cari Petarung Pelapis Porprov di Arena Porjar

Sebagai orang tua, Jeevan selalu di dukung baik itu akademis maupun non akademis. “Selama kegiatan itu positif pasti kami dukung penuh,” tambah istri dari I Wayan Mudita Yasa ini.

Tapi ada cerita unik sebelum Jeevan berangkat ke Malaysia. Sebenarnya dari pihak sekolah juga memberikan info bahwa Jeevan seharusnya mengikuti Olimpiade Sains tingkat SD se-Bali di Universitas Udayana. “Tapi saat itu Jeevan memilih terbang ke Malaysia. Karena sudah jauh-jauh hari dipersiapkan,” tandasnya. BWN-06.

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR