Badung, baliwakenews.com
Tugas Babhinkamtibmas dan Babinsa di Desa atau Kelurahan tidaklah ringan. Mereka harus senantiasa mengantisipasi segala bentuk Kamtimbas yang menjadi daerah kerja mereka dan melaporkan ke atasan masing-masing. Bahkan tak jarang mereka harus kerja 24 jam mengatensi jika terjadi kasus kriminal di wilayah tugas mereka. Berkat kerja keras mereka berbagai aksi kriminalitas bisa cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti aparat terkait lainnya lebih jauh. Kegiatan mereka ini juga tidak luput dari perhatian pimpinan mereka. Seperti yang dialami Babhinkamtibmas Kelurahan Jimbaran, Aiptu I Wayan Kanten.
Babhinkamtibmas yang sudah cukup lama tugas di Jimbaran ini mengaku sangat kaget dan benar-benar tak menyangka ketika mendadak ditelpon langsung kapolri, Jenderal Polisi, Drs. Idham Azis, M.Si. baru-baru ini. Ditemui di Jimbaran, Jumat (12/6) Aiptu Wayan Kanten didampingi Babinsa Jimbaran, Sertu Kadek Kota mengaku tidak menduga mendadak ditelpon pimpinanya dari Mabes Polri. Terlebih awalnya dia mengaku tidak tahu kenapa ditelpon lewat vidio call oleh orang nomor satu di Kepolisian RI tersebut. Diapun menceritakan, kalau dirinya ditelpon Kapolri sebenarnya terkait pencegahan corona yang dilakukannya bersama Satgas dan unsur lainnya di wilayah Kelurahan Jimbaran.
Sejak Pandemi covid-19 terjadi, dia bersama rekannya di Babinsa dan unsur keamanan lainnya gencar melakukan sosialisasi penggunaan masker ke puluhan perumahan yang ada di Jimbaran. “Kebetulan saya dipercaya menjadi Koordinator di Bidang Keamanan di Satgas GR Covid 19 Jimbaran,” ujar pria asal Gianyar tersebut. Sosialisasi dilakukan secara rutin dari tanggal 1 hingga 7 Mei. Setelah itu, haru berikutnya disepakati dilakukan sidak di lapangan dan memberikan pembinaan ke pelanggar. “Dengan bantuan Crew Jimbaran, bagi yang melanggar kami suruh untuk menyanyi dengan gerakan mengiringi lagu maumere yang sudah erkenal yang sengaja diputar,” ungkapnya sembari menambahkan bagi yang tidak pakai masker langsung disuruh naik ke panggung dan menyanyi diiringi lagu.
“Secara pribadi saya sebenarnya tidak bisa menari dan menyanyi. Tapi untuk menambah semangat mereka, terpaksa saya ikut dengan melakukan gerakan menirukan gelombamg air di laut,” Tuturnya sambil tertawa. Rupanya dengan hukuman secara humanis yang diberikan terhadap belasan pelanggar tersebut ternyata bisa diterima dan dijalani dengan suka cita sambil ketawa ketawa. “Setelah berjoged dan bernyanyi selama 2 sampai 3 menit mereka diberi pemahaman dan dikasi 1 masker,” imbuhnya.
Buntut hal ini, sore harinya sekitar pukul 18.00 dirinya ditelpon kapolsek Kutsel yang meminta agar datang ke Polresta Denpasar karena ditunggu Kapolresta, AKBP Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H.”Dalam perjalanan saya juga ditelpon dari Mabes, katanya jam yang sama Bapak Tribata 1 (Pak Kapolri) akan menelpon,” ungkapnya. Dia mengaku kaget dan mengira kalau telpon tersebut terkait penemuan bayi yang ditemukanya pagi hari yang sudah diserahkan ke salah satu RS Bali Jimbaran. “Saya kira yang ditanyakan beliau terkait bayi yang saya temukan dan saya sudah siapkan jawaban. Begitu sampai di Polresta, Pak Kapolresta ternyata sudah menunggu bersama Pak Kapolsek,” imbuhnya.
Begitu masuk ruangan Ajudan Kapolri langsung menelpon dan diapun langsung vidio call dengan Kapolri. “Apak Kapar Pak Wayan, Siap Alhamdulilah Astungkara Perintah Jenderal, Jawab saya,” kata dia menuturkan awal perbincangannya dengan kapolri. Selanjutnya Kata Dia, Kapolri menanyakan dari mana dapat ide menari dan menyanyi serta memintanya untuk menyanyikan satu potong lagu dan akan diikuti. “Saya jawab, siap tidak bisa Jenderal, saya hanya ikuti irama lagu,” paparnya. Diapun mengaku jujur hanya sekedar menirukan gerakan air sesuai lagu. Mendengar jawaban tersebut, Kapolri tidak memaksanya untuk menyanyi jika memang tidak bisa. Namun langkah memberikan hukuman secara humanis yang dilakukan mendapat apresiasi.
Dia mengaku sangat kaget karena ternyata pemberian hukuman humanis dengan menyanyi kepada pelanggar yang tidak memakai masker menjadi perhatian Kapolri. “Kejadiannya pagi, ternyata sore sudah langsung ditelpon, alangkah antusiasnya pimpinan kami memperhatikan kami di lapangan. Padahal itu hal kecil, Kami sangat berterimaksih,” ujarnya. Apa yang dilakukannya dengan memberikan hukuman tersebut, sebenarnya sebagai rasa jengah dirinya. Sebab dia merasa begitu susah menyadarkan masyarakat untuk memakai masker. Hal ini sambung dia juga menindaklanjuti instruksi Kapolresta dan Kasatbinmas yang tidak mengijinkan menghukum warga dengan push up. Karena masyarakat sudah dalam keadaan susah. “Makanya kita ganti dengan kegiatan nyanyi atau hukuman humanis,” pungkasnya.
Sementara Babinsa Kelurahan Jimbaran, Sertu Kadek Kota memaparkan, pihaknya memang senantiasa saling bekerjasama dan tukar informasi di lapangan. Saat pemberian hukuman humanis tersebut, dia sendiri berada di sisi selatan panggung. Menurut Babinsa asal Klungkung ini, pembinaan yang diberikan bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar senantiasa mentaati protokol kesehatan mencegah penyebaran covid-19. Salah satu wajib menggunakan masker jika keluar rumah. “Kami memberikan hukuman humanis agar masyarakat menyadari pentingnya penggunaan masker,” ujarnya. BW-04


































