Cegah Kekerasan pada Anak, DWP Buleleng Ajak Orang Tua Lebih Peka dan Bangun Komunikasi Terbuka

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Perlindungan anak dimulai dari keluarga. Komunikasi yang terbuka, perhatian orang tua, dan keberanian anak untuk bercerita menjadi langkah penting dalam mencegah kekerasan sejak dini. Pesan inilah yang diperkuat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng melalui sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan pengenalan inovasi BESTIE Buleleng.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam pertemuan rutin DWP Kabupaten Buleleng di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10/2026). Melalui kegiatan ini, para anggota DWP diajak meningkatkan pemahaman tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam melindungi anak. Bukan hanya mengawasi aktivitas mereka, orang tua juga perlu membangun hubungan yang dekat agar anak merasa aman ketika menghadapi persoalan atau mengalami situasi yang membuatnya tidak nyaman.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Air Terjun Bengbengan, Surga Tersembunyi di Lemukih

Menurut Dewi Suyasa, anak perlu mendapatkan pemahaman sesuai usia mengenai tindakan yang dapat membahayakan dirinya. Di sisi lain, orang tua harus mampu mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, sehingga anak tidak takut menyampaikan pengalaman yang dialaminya.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan rutin DWP. Edukasi serupa diharapkan berlanjut di masing-masing instansi, sekolah, dan lingkungan DWP perangkat daerah agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Kenali bentuk kekerasan, bangun lingkungan aman

Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Bentuk kekerasan yang perlu diwaspadai meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, hingga eksploitasi. Kekerasan tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.

Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi yang sesuai usia, komunikasi yang sehat antara anak dan orang tua, serta keterlibatan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Baca Juga:  Namanya Muncul dalam Bursa Caketum KONI Denpasar, Ini Kata Putu Yudi Atmika

Keluarga dan satuan pendidikan juga perlu membangun kepedulian bersama agar anak mengetahui kepada siapa harus meminta pertolongan ketika menghadapi ancaman atau mengalami kekerasan.

BESTIE Buleleng, ajak remaja saling peduli

Salah satu upaya yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah BESTIE Buleleng, singkatan dari Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati. Inovasi dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng ini mendorong pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi dan penguatan peran teman sebaya.

Program tersebut menempatkan remaja sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih peduli dan aman. Melalui pendekatan teman sebaya, remaja diharapkan dapat saling mengingatkan, menumbuhkan empati, serta memahami pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kekerasan.

BESTIE Buleleng dijalankan melalui tiga langkah utama, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Pendekatan ini diharapkan membuat edukasi perlindungan anak lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja. Sebab, kepedulian teman sebaya dapat menjadi pintu awal bagi anak untuk berani berbicara dan mencari pertolongan dari orang dewasa atau pihak yang berwenang.

Baca Juga:  Sukseskan Kejuaraan Dunia Vovinam, Buleleng Matangkan Pengamanan dan Sarpras

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dapat menghubungi WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Perlindungan anak dimulai dari kepedulian bersama

Melalui sosialisasi ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin aktif menyebarkan edukasi perlindungan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Upaya mencegah kekerasan tidak cukup hanya dengan mengenali tanda-tandanya. Anak juga membutuhkan ruang yang aman untuk bercerita, orang tua yang bersedia mendengarkan, serta lingkungan yang tanggap ketika ada persoalan.

Dengan memperkuat peran keluarga, sekolah, remaja, dan lembaga terkait, pencegahan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Buleleng diharapkan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Sebab, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendapatkan kasih sayang, dan menjalani masa kanak-kanak tanpa kekerasan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR