Cegah Balap Liar dan Aksi Kejahatan, Polisi Intensifkan Patroli Malam

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Aksi kejahatan jalanan dan balap liar belakangan kembali marak di wilayah hukum Polresta Denpasar. Aparat kepolisian terus meningkatkan patroli gabungan untuk menakan aksi kejahatan di tengah masyarakat khususnya pada malam hari.

Patroli dan operasi gabungan yang digelar Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar menyasar sejumlah lokasi nongkrong para remaja, Minggu (28/4) malam. Termasuk lokasi balap liar. “Fokus utama patroli adalah pemukiman warga dan gerai ATM yang rawan menjadi sasaran aksi kejahatan,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin (29/4).

Baca Juga:  Pulang Kerja, Dua Warga Dikeroyok Geng Motor di Denpasar

Menurut Sukadi, tidak ada pelaku kejahatan yang terjaring atau gangguan kamtibmas saat patroli tersebut. “Dengan adanya patroli yang menggunakan kendaraan dinas dan menyalakan lampu rotator berwarna biru pada malam hari, diharapkan para pelaku kejahatan akan mengurungkan niatnya ketika menyadari ada polisi di sekitarnya,” imbuh Sukadi.

Sementara itu, kata Sukadi, selain patroli, upaya lain dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Polresta Denpasar juga melakukan pertemuan serta pendekatan dengan kelompok warga pendatang. Yakni bertemu dengan tokoh Flobamora Bali, pada Senin (29/4) pagi.

Baca Juga:  Ini Alasan Manajemen Pertahankan Ricky Fajrin

Menurut Sukadi, pertemuan itu berlangsung di lapangan volly, Jalan Buana Raya, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat. Saat itu, warga asal Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Kupang sedang menyelenggarakan turnamen di sana. “Aparat mengajak warga pendatang tersebut untuk bersinergi dengan Polresta Denpasar dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Melalui para tokoh yang ada diajak untuk sama-sama menekan kriminalitas,” bebernya.

Baca Juga:  Saat Covid-19 Mewabah, Pengedar Narkoba Lebih Tinggi Dibanding Pengguna

Sukadi mengatakan, tujuan dilakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat termasuk paguyuban atau ikatan keluarga yang ada di wilayah hukum Poresta Denpasar dan jajarannya, karena belakangan ini banyak kasus pengeroyokan, penganiayaan, pesta miras berujung keributan melibatkan oknum anak anak dari Nusa Tenggara Timur (NTT). “Dan kami tekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antara etnis di Bali,” ungkapnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR