Mangupura, baliwakenews.com
Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose mewaspadai adanya peredaran narkoba di Bali melalui politik. Para politikus memuluskan langkah politiknya melalui peredaran gelap narkoba.
“Saya sebut Narkopolitik. Yaitu Narkoba Politik. Saya baru kembali dari Sumatera Selatan, sekarang juga menurut Kapoldanya, menurut Kepala BNPP, menurut Gubernurnya, ada yang dinamakan dengan narkopolitik. Yaitu berpolitik menggunakan narkoba,” katanya.
Komjen Golose menduga, tokoh-tokoh politik ini menggunakan organ tunggal, ada namanya remix, kemudian mengedarkan narkoba ke massa atau pengikutnya. “Ini tidak boleh terjadi, di mana saja, di semua tempat, termasuk di Bali, itu tidak boleh,” tegasnya.
Selain melakukan penindakan dan memproses para pengedar narkoba, BNN RI juga melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan menyanyikan Mars BNN secara hibrid. Jumlah peserta yang dilibatkan mencapai 3,6 juta orang dari 34 Provinsi di Indonesia tersebut memecahkan rekor muri. Acara yang dikemas dengan rangkaian Gema War On Drugs tersebut dipusatkan di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Selasa (7/3).
Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, jumlah peserta yang menyayikan Mars BNN ini hampir setara dengan jumlah penduduk Bali. “Saya sebetulnya tidak menyangka dengan jumlah peserta ini. Saya merasa bangga. Karena tujuan dari kegiatan ini untuk memerangi dan memberantas narkotika. Tadi yang saya lihat, yang menyanyikan Mars BNN dari berbagai kalangan, pelajar, mahasiswa, aparat dan bupati serta pejabat,” ungkap Komjen Golose. BWN-01





























