Denpasar, Baliwakenews.com
Bali United dipastikan tidak akan memakai Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar sebagai homebase putaran kedua Liga 1 2022/2023. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra pun memberikan komentarnya terkait laga kandang yang akan dijalani seperti pertandingan tandang pada 17 laga sisa musim ini.
Bagi pelatih asal Brasil tersebut, pemindahan homebase Serdadu Tridatu berdampak pada dukungan secara langsung dari para suporter yang ada di Bali. Selain itu, kebutuhan biaya operasional yang membengkak menjadi permasalahan baru bagi tim juara Liga 1 dua musim beruntun ini. “Pasti buat tim dan juga suporter ini tidak bagus karena jauh. Soal finansial juga dari klub akan lebih banyak pengeluaran. Saya pikir klub akan rugi juga soal situasi ini,” ungkap Coach Teco.
Meski demikian, usaha yang telah dilakukan panpel Stadion Dipta bersama manajemen Bali United tetap harus menghormati keputusan otoritas pemerintah. Hal ini demi mendukung pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia berjalan dengan baik dan sukses. Teco pun mementingkan agar kompetisi tidak dihentikan kembali karena hanya masalah pemindahan homebase tersebut. Terpenting baginya Bali United bisa tetap fokus walau sedikit terganggu karena harus berjuang jauh dari kota asal pulau dewata. “Tapi bagaimana pun terpenting kompetisi bisa tetap berjalan dan Bali United harus tetap fokus serta berusaha agar setiap pertandingan memperoleh hasil positif,” tegas pelatih asal Brazil ini.
Selain Stadion Dipta, lima venue Piala Dunia U-20 lainnya yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Stadion Jakabaring, Palembang, Stadion Manahan, Solo, Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya beserta lapangan latihan pendukung juga memperoleh tahapan renovasi akhir tersebut. BWN-06































