Mangupura, baliwakenwwa.com
Fenomena sampah kiriman kembali menghiasi sejumlah pantai di Kabupaten Badung. Berbeda dari tahun sebelumnya yang didominasi plastik, kali ini sampah yang paling banyak ditemukan justru berupa gelondongan kayu, bambu hingga akar pohon berukuran besar yang terbawa arus laut.
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Badung kini mengerahkan mesin pencacah kayu (wood chipper) yang mampu menghancurkan potongan kayu besar menjadi bagian kecil agar lebih mudah diangkut dan diolah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung, Made Rai Wirastuthi, mengatakan peningkatan sampah kiriman mulai terjadi sejak November 2025 dengan total mencapai sekitar 4.800 ton hingga saat ini.
“Ada peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu lebih banyak sampah plastik, sekarang yang dominan justru kayu, bambu dan akar pohon yang ukurannya besar-besar,” ujarnya.
Menurutnya, dominasi sampah kayu membuat proses pembersihan pantai membutuhkan penanganan khusus. Karena itu, mesin wood chipper dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengolahan sampah kayu tersebut.
Alat ini mampu mencacah kayu besar menjadi potongan kecil sehingga lebih mudah diangkut maupun dimanfaatkan kembali.
“Wood chipper ini bersifat mobile, jadi bisa dipindahkan ke lokasi pantai yang membutuhkan penanganan lebih cepat,” jelasnya.
Saat ini, titik pantai yang paling banyak menerima kiriman sampah berada di Pantai Jerman, Pantai Kelan, dan Pantai Jimbaran. Sementara Pantai Cemagi juga kerap dipenuhi sampah kiriman karena bentuk garis pantainya menyerupai palung yang memudahkan sampah terperangkap.
Di kawasan Pantai Kuta, jenis sampah yang paling dominan ditemukan saat ini juga berupa kayu.
Sampah kayu yang telah dicacah menggunakan wood chipper selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau diolah lebih lanjut. Jika tidak dimanfaatkan, potongan kayu tersebut akan lebih mudah dimusnahkan melalui fasilitas incinerator.
Saat ini Pemkab Badung memiliki satu unit wood chipper yang ditempatkan secara mobile dari wilayah Mengwitani untuk mendukung penanganan sampah kiriman di sepanjang pesisir Badung.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya juga menyerahkan bantuan dua unit mesin pencacah kayu saat kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Jimbaran yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Tambahan alat tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sampah kiriman yang biasanya meningkat saat musim angin barat.
Di sisi lain, petugas kebersihan tetap melakukan pembersihan rutin di sepanjang pantai, termasuk menjelang Hari Raya Nyepi. Aktivitas pembersihan hanya dihentikan saat pelaksanaan Nyepi dan kembali dilanjutkan setelahnya.
“Petugas tetap aktif melakukan pembersihan, terutama menjelang Nyepi saat ada kegiatan pengerupukan. Hanya pada Hari Raya Nyepi saja libur, setelah itu kembali aktif,” pungkasnya.
Melalui penggunaan mesin pencacah kayu ini, penanganan sampah kiriman di pesisir Badung diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga kebersihan kawasan wisata pantai tetap terjaga. BWN-04































