Antrean BBM Buleleng Diantisipasi, Bupati Sutjidra Siagakan 20 Puskesmas dan Ambulans

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyiagakan tenaga kesehatan (nakes), ambulans, dan puskesmas untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami kelelahan, pingsan, atau gangguan kesehatan saat mengantre BBM bisa segera mendapatkan penanganan medis.

Sutjidra menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10/2026).

Ia mengaku prihatin atas munculnya pemberitaan mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama mengantre BBM. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar situasi serupa tidak terjadi di Buleleng.

Baca Juga:  Upaya Pelestarian Budaya Lokal, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV bersama Dinas Kebudayaan Buleleng Sosialisasikan Hasil Riset Wayang Wong Tejakula

“Kami mengantisipasi agar kalau ada masyarakat yang antre BBM kemudian kelelahan atau mengalami masalah kesehatan lainnya, bisa segera diatasi,” ujar Sutjidra.

20 Puskesmas Disiagakan untuk 21 SPBU di Buleleng

Sebagai langkah antisipasi, Sutjidra menginstruksikan seluruh puskesmas yang berada di wilayah sekitar SPBU agar bersiaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, 20 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Buleleng dinilai mampu mendukung penanganan kondisi darurat di 21 SPBU yang ada di wilayah tersebut.

“Dari 20 puskesmas yang ada, saya kira itu sanggup untuk meng-cover 21 SPBU di seluruh Buleleng,” ungkapnya.

Baca Juga:  Video Viral, Dinsos P3A Provinsi Bali Tanggapi Harapan LKSA Ganesha Sevanam Buleleng dengan Cepat

Selain menyiagakan tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga melibatkan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kedua instansi tersebut ditugaskan membantu menjaga ketertiban, kelancaran aktivitas, serta situasi tetap kondusif di sekitar SPBU.

Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM.

Pemkab Buleleng Pantau Pasokan dan Distribusi BBM

Di tengah antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Bali, Pemkab Buleleng juga terus memantau ketersediaan pasokan dan proses distribusi BBM kepada masyarakat.

Sutjidra meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar.

Baca Juga:  Remaja 14 Tahun Tenggelam di Tukad Campuhan, Ditemukan Tim SAR di Kedalaman 6 Meter

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa proses distribusi membutuhkan waktu sehingga kepanikan justru harus dihindari.

“Jangan ikut panik tidak ada BBM. BBM itu ada, tapi perlu kita tunggu untuk pendistribusiannya,” tegasnya.

Pemkab Buleleng berharap koordinasi lintas instansi dan kesiapsiagaan layanan kesehatan dapat menjaga keamanan masyarakat selama situasi antrean BBM berlangsung.

Di sisi lain, kelancaran distribusi tetap menjadi faktor penting agar antrean kendaraan dapat berangsur normal dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Buleleng tidak terganggu berkepanjangan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR