Muskadana mengatakan budaya saling membantu yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Bali harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nilai-nilai kebersamaan dinilai menjadi fondasi kuat dalam mempererat hubungan sosial di tingkat banjar maupun desa.
“Rasa kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dipelihara. Kehadiran masyarakat di saat suka maupun duka merupakan bentuk nyata kekuatan sosial yang dimiliki warga,” ujarnya.
Ia menilai hubungan yang harmonis antara masyarakat dan para pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Menurut Muskadana, nilai gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga melalui dukungan moral kepada warga yang sedang menghadapi musibah. Kehadiran masyarakat di tengah keluarga yang berduka merupakan bentuk empati yang memiliki makna besar bagi mereka yang ditinggalkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Dengan tetap memegang nilai-nilai sosial yang kuat, masyarakat diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan secara lebih baik.
Imbauan tersebut disampaikan Muskadana saat menghadiri rumah duka salah satu warga di Banjar Mambang Kaja, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya menantu Jro Mangku Mrajapati Banjar Mambang Kaja serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi cobaan. BWN-01

































