Kuta, baliwakenews.com
Kondisi anggaran yang terbatas membuat sejumlah usulan dalam musrenbang Kecamatan Kuta akhirnya dipangkas. Dimana dari 138 usulan akhirnya disesuaikan menjadi 60 usulan. Adapun yang menjadi paling prioritas yakni Penanganan sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi. Camat Kuta, Dewa Ngurah Bhayudewa, Senin (14/2 mengungkapkan awalnya saat dilaksanakan pramusrenbang, mencuat 138 usulan dari masing-masing kelurahan yang ada di Kecamatan Kuta.
Namun karena mengacu pada kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk memenuhii semua usulan tersebut sehingga difilter menjadi 60 usulan prioritas. “Jadi kita minta usulan itu agar diprioritaskan apa yang dibutuhkan saat ini. Khususnya untuk penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan penanganan banjir,” jelas Bayudewa.
Hal ini juga diakui Sekcam Kuta, Made Agus Suantara. Dia menjelaskan Jika dikalkulasi,untuk membiayai semua usulan yang berjumlah 138 diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp158 milyar lebih. Sementara itu pagu anggaran yang diberikan musrenbang tahun ini di masing-masing kecamatan hanya senilai Rp70 milyar. “karenanya kemudian dilakukan penciutan dan menyesuaikan dengan menurut pagu anggaran menjadi 60 usulan. Jadi 138 usulan saat pramusrenbang kita kembalikan lagi kepada kelurahan agar mengkaji dan menciutkan kembali usulan prioritas mereka. Maksimal perkelurahan kita berikan mengajukan 10 usulan prioritas, dengan anggaran Rp14 milyar,” paparnya.
Dia juga menambahkan Usulan yang diajukan tersebut harus sesuai dengan tema dari Musrenbang Kabupaten Badung Tahun 2023. Yakni Perkuatan Ekonomi Masyarakat, pemulihan dan penanganan kesehatan. “Karena itulah kami tidak memfokuskan usulan tersebut dengan usulan musrenbang yang diajukan tahun sebelumnya. Adapun program prioritas yang diusulkan terkait dengan program pemberian bantuan dan kegiatan yang menyentuh perekonomian masyarakat,” ungkap sekcam asal Kuta tersebut.
Seperti memfasilitas bantuan kepada nelayan dan sektor usaha masyarakat yang terdampak pandemi. “Dengan begitu mereka bisa bertahan hidup di situasi serba sulit seperti saat ini. Di samping itu juga diakukan upaya penanganan banjir di wilayah Kuta, Legian dan Seminyak yang sempat beberapa kali kembali terjadi. Karenanya perlu dilakukan penanganan serius, demi mencegah terjadinya banjir yang dapat menganggu sektor pariwisata dan kehidupan masyarakat,” pungkasnya. BWN-04


































