Mangupura, baliwakenews.com
Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata meminta Perumda Pasar Mangu Giri Sedana membuat bisnis plan agar program-program, keuntungan maupun kerugian yang didapat dari Perumda jelas. Pihaknya pun meminta paling lama dalam jangka waktu tiga bisnis plan tersebut sudah diterimanya. Hal tersebut disampaikannya saat audiensi Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana di ruang Kerja Ketua DPRD Badung, Senin (3/10).
Parwata meminta, dengan adanya bisnis plan tersebut ketika evaluasi bersama dengan Pemerintah setiap tahunnya akan lebih jelas. “Proyeksi yang akan dicantumkan berapa, kebutuhan sumber daya manusia berapa, penyerapan dari pada pangan berapa, penyaluran pangan berapa, harga pokoknya kemudian berapa. Sehingga setiap tahun kita evaluasi Perumda Pasar ini untung apa rugi, kalau untung apa sebabnya kalau rugi apa sebabnya. Jadi perumda mana yang memberikan kontribusi banyak kepada Pemerintah akan jelas. Inilah yang kami tegaskan kunci pokoknya adalah disiplin. Kalau pemimpinnya tidak disiplin bagaimana perusahaannya mau sukses. Kunci sukses adalah disiplin, fokus dan serius,” tegas Parwata.
Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai, sistem pangan yang akan dijalankan oleh Perumda Pasar. Sebab Perumda Pasarlah sebagai leading sektor dalam penyaluran pangan di Kabupaten Badung. “Oleh karena itu kita harus mendengarkan kesiapan daripada Perumda Pasar untuk mengeksekusi Perda Pangan yang akan disahkan nanti supaya sesuai dengan kebutuhan daripada PD Pasar dan memberikan ruang untuk lebih mengembangkan dan tata kelola usahanya,” ujarnya.
Parwata juga meminta, dalam rangka pengembangan bisnis di pasar untuk kebutuhan pangan masyarakat Badung agar Perumda Pasar bekerja lebih keras. Sehingga, wacana Bupati Badung bahwa Badung ini harus mandiri di bidang pangan dapat terwujud. “Hulu, tengah dan hilir. Tetapi jika tengahnya nggak siap hulunya siap ini tidak akan bisa terdistribusi dengan baik. Oleh karena itu hulunya adalah petani, tengahnya adalah Perumda Pasar kemudian hilirnya adalah masyarakat pemanfaat daripada pendistribusian pangan ini. Selain itu karena perusahaan ini masuk dalam Perumda jadi harus bertanggung jawab terhadap bisnis. Beda dengan OPD yang mandatori yang tidak menghitung untung dan rugi. Yang kita ukur adalah kewajiban dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Tapi kalau Perumda neracanya adalah untung rugi,” jelas Parwata.
Sementara Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Made Sukantra mengaku, akan mempersiapkan bisnis plan yang diminta. Pihaknya mengatakan, sebetulnya sebelum-sebelumnya sudah melaksanakan hal tersebut. Namun, masih bersifat otodidak. “Dengan sesegera mungkin akan kami kerjakan. Jika sekarang kami diberikan dukungan dalam penanganan pangan ini sangat luar biasa. Kami akan lakukan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Dengan adanya kerjasama dengan OPD terkait, pihaknya berharap kedepannya akan bisa bersinergi dalam penyeimbangan inflasi. Kebutuhan masyarakat juga akan diberikan yang lebih baik. “Selama ini kan sudah kami lakukan dengan otodidak kan kecil-kecilan saja. Karena kami sudah memiliki unit usaha yang mengelola perpasaran dan pendistribusian barang-barang. Dan unit-unit agro untuk pengambilan produksi-produksi pertanian yang kita salurkan,” katanya. BWN-05

































